Sabtu, 12 September 2020

Lahirnya Gerakan Pramuka PKBM Daarul Adab Sebagai Media Pembelajaran yang menyenangkan, disiplin dan Tanggungjawab

Oleh: Muhammad Iqbal Nur Hakim (Master Islamic World & Scout, U-Report No ID 46800655, Co. Founder Class Online Scout Indonesia).


 


Catatan Singkat Kebangkitan Pramuka Daarul Adab

Dalam Rangka hari Lahir Lord Baden Powell tanggal 22 Februari. Alhamdulillah gerakan Pramuka dari 7 pangkalan se Kecamatan Sukasari telah resmi dikukuhkan sebagai Pramuka Resmi dan memiliki Nomor Gugus Depan. Salah satunya adalah Pramuka PKBM Daarul Adab. Dimana Pramuka Daarul Adab sejak pertama Daarul Adab ini berdiri hanya sebatas kegiatan-kegiatan seputar pengenalan saja. Hingga pada tahun 2018. Sejak Masuknya Aqil Abdurrahman (Pratama Putra masa Bakti 2019-2020) ke PKBM Daarul Adab membuat pandangan Gerakan Pramuka Daarul Adab harus meng-Upgrade diri agar menjadi lebih baik. Karena selama ini, Pramuka Daarul Adab tidak menyenangkan dan hanya berkutan pada materi itu-itu saja.

Sejak tahun ajaran baru 2018-2019, Sosok yang dikenal dengan Inisial “Bey” belajar dari Aqil selama menjadi anggota pramuka di pesantren dan akhirya mendobrak Pembina Saat itu harus memberikan sebuah penghargaan berupa TKU terlebih yang sudah kelas 8 dan 9. Akhirya berkat Doa dan Usaha Bey ini akhirnya mereka Dilantik dan betapa kagetnya ketika Bey menyadari bahwa kelas 8 sudah Ramu dan kelas 9 sudah Rakit. Sejak saat itulah Bey beserta Pembina saat itu mulai berbenah diri.

Sejak Saat itu, Bey berfokus pada pengisian SKU dan SKK ke kelas 7, 8 dan 9, dibantu sama teman-teman guru lainnya dan sampai akhirnya terbentuknya Regu-regu dan para pinru dan dari sini lahirnya Rapinru (Rapat Pimpinan Regu). Meski akhirnya Pembina saat itu tidak bisa membatu dikarenakan sibuk kesana kemari. Maka si Bey ini tidak patah semangat untuk memberikan yang terbaik meski dengan keterbatasan yang dimiliki, tetapi dengan tekat dan kesungguhan serta mengharap rahmat dan kasih saying dari Allah, maka lahirlah pengurus Inti OSIS yang menjadi penggalang Terap serta pelantikan 5 Pinru ada yang Ramu, Rakit serta sukses mengadakan Kemping Pramuka dan LDKS di PH 50. Kemping pertama kalinya disana dan dilantik Ramu untuk kelas 7, Rakit untuk kelas 8 dan Terap untuk kelas 9. Sejak kemping di PH 50 dengan bantukan semua guru. Si Bey akhirnya mendapatkan gelar/sebutkan oleh Kepala Sekolah, Kesiswaan, dan guru-guru dengan sebutan “Bapa Pramuka Daarul Adab".

Hari berjalan begitu cepat, sosok Bey yang bergelar Bapa Pramuka Daarul Adab ini pun Berusaha untuk terus belajar dan mengembangkan bakat anak-anak didik, mulai Latihan Sandi-sandi, Medis, PBB dan kebencanaan dan lain sebagainya. Terlebih sejak si Bey Mengikuti Pelatihan kebencanaan selama 4 bulan dan menjadi Panitia LT 3 selama 2 tahun. Membuat Bey terus belajar dan berfikir ingin sekali melatih kepercayaan diri dengan mengikuti perlombaan-perlombaan baik OSIS, Pramuka dan lain-lain dengan cara ingin membuat nomor gudep (gugus depan).

Sejak kelas 8 Lulus Diklat Ujian dan dilantik menjadi Penggalang Terap, serta ditambah kehadiran sosok yang sangat paham akan kepramukaan, kebencanaan dan survival (cikal bakal guru bey) akhirnya selalu kompak bagaimana caranya mengembangkan Pramuka Daarul Adab sebagai Syiar Islam serta menjadi Motor penggerak PKBM Daarul Adab. Dengan inilah bey bersama guru bey membuat dan merancang untuk pembuatan gugus depan agar pramuka Daarul Adab menjadi resmi dan legal oleh pemerintah.

Perjuangan pun dimulai sejak Hari terakhir MPLS Pramuka tahun 2019 dengan Sultan murid baru menjadi Penggalang Ramu, Hanif dan Rahma menjadi Penggalang Rakit dan adanya 2 murid baru kelas 9, Zaki menjadi Penggalang Terap, Perbaiki PBB, Pengisian SKU & SKK, menghadiri upacara 17 Agustus, Kemping Besar. Bey dan guru Bey selalu kompak bersama untuk memajukan Pramuak Daarul Adab dibantu oleh guru-guru lainnya. Sampai akhirnya sebelum PAS Bey bersama guru Bey mengajukan proposal ke Pramuka Kwaran Sukasari dan Alhamdulillah tembus sampai ke Kwarcab.

Dengan Doa dan Usaha dari kalangan guru, murid-murid serta orang tua, akhirnya PKBM Daarul Adab mendapat kunjungan sebanyak 3 kali, yang pertama untuk sosialisasi administrasi, yang kedua adalah kunjungan visitas administrasi pramuka & persiapan pelantikan, yang ketiga adalah pemantauan kegiatan pramuka. Setelah kunjungan kwaran ke Daarul Adab, kini tibalah saatnya peresmian Nomor Gugus Depan Daarul Adab dan berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kini Pramuka Daarul Adab menjadi Gerakan Pramuka yang resmi dan legal oleh pemerintah dan memiliki nomor Gugus Depan 01-071 untuk Satuan laki-laki dan 01-072 untuk satuan perempuan.



Harapan Pramuka Daarul Adab Pasca Pelantikan

Pasca pelantikan Gerakan Pramuaka PKBM Daarul Adab ini, bukan akhir dari perjuangan akhir bahagia. Namun, disinilah Pramuka PKBM akan mulai lembaran perjuangan yang baru dengan dengan perjalanan yang panjang serta tantangan yang semakin hari semakin berat. Namun bila Pembina, Pelatih, Pihak Sekolah dan Yayasan serta peranan Orang tua yang mendukung Pramuka ini, Insya Allah akan bisa dilewati sesulit apapun perjuangan yang akan dihadapi kedepan.

Dengan dilantiknya Pramuka PKBM Daarul Adab, maka Kecamatan Sukasari memiliki Gerakan Pramuka yang satusatunya berbasis PKBM. Karena itulah Gerakan Pramuka PKBM Daarul Adab harus bisa memberikan contoh kepada PKBM-PKBM lainnya bahkan sekolah di sekitar Kecamatan Sukasari dari segi Akhlak dan Adabnya baik di sekolah maupun luar sekolah, melatih kepercayaan diri dan disiplin, serta berani berbuat, berani bertanggung jawab sebagaimana dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.

Selain itu juga para murid dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kepramukaan disekolah yang akan lebih fokus kepada penanggulangan bencana, survival, maupun di luar sekolah. Bisa mengikuti perlombaan-perlombaan, jambore tingkat kecamatan, kota, provinsi dan nasional, bahkan membuat sebuah karya dari hasil pekerjaan para murid untuk bisa dipasarkan.

Meski dalam kondisi Pandemi/Endemi COVID-19 selama 6 bulan ini, si Bey bersama guru si Bey. Terus untuk meng-upgade diri dalam segi Ilmu Pengetahuan Teknologi disertai Iman dan Taqwa. Dan pada masa Endemi ini/3 hari sebelum Idul Fitri. kelas 8, Nayyara dilantik menjadi Penggalang Ramu dan Alea, Anita dan Hubby dilantik menjadi Penggalang Rakit dan 1 minggu setelah Idul Fitri, seluruh pengurus inti Pramuka dan OSIS dilantik menjadi Penggalang Terap.

Alhamdulillah selama Endemi COVID-19 ini juga, si Bey telah Lulus KMD Gerakan Pramuka di Kwarcab Kota Surabaya dan guru Bey telah Lulus KMD dan KML Gerakan Pramuka Kwarcab Kab. Bandung dan keduanya mengambil Gol. Penegak. Dengan lulusnya Bey dan Guru Bey sebagai Pelatihan Pembina, siap untuk membina Pramuka PKBM Daarul Adab dengan konsep “Pramuka Beradab” yang akan ditawrkan ke semua Gerakan Pramuka di Indonesia.


Dibuat tanggal 28 Maret 2020 dan diedit tanggal 13 September 2020

Jumat, 01 April 2016

April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai

Saad Saefullah – Rabu, 12 Jumadil Akhir 1436 H / 1 April 2015 06:30 WIB


Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?

Sejarah April Mop

Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/berbagaisumber)

Minggu, 27 Maret 2016

Psikologi Dalam Islam

Oleh: Dr Syamsuddin Arif

Sejarah keilmuan Islam yang gemilang mencatat tiga corak pendekatan dalam memahami jiwa manusia. Pertama, pendekatan Qur’ani-Nabawi dimana jiwa manusia dipahami dengan merujuk pada keterangan kitab suci al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah saw. Perbincangannya berkisar sifat-sifat universal manusia (syahwat kepada lawan jenis, properti, uang, fasilitas mewah, takut mati, takut kelaparan, pongah, pelit, korup, gelisah, mudah frustrasi), sebab maupun akibatnya (lupa kepada Allah, kurang berzikir, ikut petunjuk syaitan, tenggelam dalam hawa nafsu, hidup merana dan mati menyesal, di akhirat masuk neraka), dan beberapa karakter jiwa (nafs): yang selalu menyuruh berbuat jahat (ammarah bis-su’), yang senantiasa mengecam (al-lawwamah) dan yang tenang damai (al-mutma’innah). Perspektif ini diwakili oleh tokoh-tokoh semisal Ibn Qayyim al-Jawziyyah (w. 1350). Dalam kitabnya ar-Ruh, misalnya, diterangkan bagaimana ruh menjalar di tubuh manusia yang memungkinkannya bergerak, merasa, dan berkehendak. Ruh orang mati itu wujud dan merasakan siksa di alam kubur sekalipun jasadnya hancur.

Kedua, pendekatan Falsafi dimana pelbagai masalah jiwa dibahas menurut pandangan para filsuf Yunani kuno. Mazhab falsafi ini mulai berkembang pada abad ke-10 Masehi, menyusul penerjemahan karya-karya ilmuwan Yunani kuno ke dalam bahasa Arab. Para psikolog Muslim pada masa itu banyak dipengaruhi oleh teori-teori jiwa Plato dan Aristoteles. Tak mengherankan, sebab Aristoteles mengupas aneka persoalan jiwa manusia dengan sangat logis dan terperinci. Teori-teorinya tertuang dalam bukunya De Anima (tentang hakikat jiwa dan aneka ragam kekuatannya) dan Parva Naturalia (risalah-risalah pendek mengenai persepsi inderawi dan hubungannya dengan jiwa, daya hapal dan ingatan, hakikat tidur dan mimpi, firasat dan ramalan). Adapun Plato ialah filsuf yang pertama kali melontarkan teori tiga aspek jiwa manusia: rasional (berdaya pikir), animal (hewani), dan vegetatif (berdaya tumbuh).

Hampir semua filsuf Muslim yang menulis karya tentang jiwa bertolak dari pandangan Aristoteles. Mulai dari Miskawayh yang menulis kitab Tahdzib al-Akhlaq dan Abu Bakr ar-Razi pengarang kitab at-Thibb ar-Ruhani hingga Ibnu Rusyd dan Abu Barakat al-Baghdadi. Menurut mereka, jiwa manusia adalah penyebab kehidupan. Tanpa jiwa, manusia tak berarti apa-apa. Kecuali ar-Razi, semua filsuf percaya bahwa jiwa manusia itu tunggal dan sendiri. Karenanya mereka menolak teori transmigrasi jiwa dari satu tubuh ke tubuh yang lain, seperti dalam kepercayaan agama tertentu. Dalam salah satu kitabnya, Ibnu Sina menegaskan pentingnya penyucian jiwa dengan ibadah seperti shalat dan puasa. Sebab, menurutnya, jiwa yang bersih akan mampu menangkap sinyal-sinyal dari alam ghaib yang dipancarkan melalui Akal Suci (al-‘aql al-qudsi). Kemampuan semacam inilah yang dimiliki oleh para nabi, tambahnya. Jiwa para nabi itu begitu bersih dan kuat sehingga mereka mampu menerima intuisi, ilham dan wahyu ilahi (Lihat: kitab an-Nafs, ed. Fazlur Rahman, hlm 248-50 dan Avicenna’s Psychology, hlm 36-7).

Ketiga ialah pendekatan Sufistik dimana penjelasan tentang jiwa manusia didasarkan pada pengalaman spiritual ahli-ahli tasawuf. Dibandingkan dengan psikologi para filsuf yang terkesan sangat teoritis, apa yang ditawarkan para sufi lebih praktis dan eksperimental. Termasuk dalam aliran ini kitab ar-Riyadhah wa Adab an-Nafs karya al-Hakim at-Tirmidzi (w. 898) dimana beliau terangkan kiat-kiat mendisiplinkan diri dan membentuk kepribadian luhur. Menurut Abu Thalib al-Makki (w. 996), jiwa manusia sebagaimana tubuhnya membutuhkan makanan yang baik, bersih, dan bergizi. Jiwa yang tidak cukup makan pasti lemah dan mudah sakit. Semua itu diterangkan beliau dalam kitab Qut al-Qulub (‘nutrisi hati’).

Tokoh penting lainnya ialah Imam al-Ghazali (w. 1111 M) yang menguraikan dengan sangat memukau aneka penyakit jiwa dan metode penyembuhannya. Penyakit yang diderita manusia ada dua jenis, ujarnya, fisik dan psikis. Kebanyakan kita sangat memperhatikan kesehatan tubuh tetapi jarang peduli dengan kesehatan jiwa. Bagaimana cara mengobati penyakit-penyakit jiwa seperti egoisme, serakah, phobia, iri hati, depresi, waswas, dsb beliau jelaskan dalam kitabnya yang berjudul Ihya’ ‘Ulumiddin. (Lihat juga: Amber Haque, “Psychology from Islamic Perspective: Contributions of Early Muslim Scholars and Challenges to Contemporary Muslim Psychologists,” Journal of Religion and Health 43/4 [2004], hlm 357-77).

Di abad modern, upaya-upaya untuk menyelami lautan ilmu psikologi Islam dan “menjual mutiara-mutiara”nya brilian masih terkendala oleh beberapa hal. Selain sikap prejudice terhadap khazanah intelektual Islam di satu sisi, dan sikap fanatik terhadap psikologi Barat modern yang nota bene sekular-materialistik di sisi lain, penguasaan bahasa Arab merupakan conditio sine qua non (syarat mutlak) untuk bisa menjelajahi literatur psikologi Islam yang sangat kaya namun belum terjamah itu. Psikolog muslim tinggal memilih mau terus-terusan merujuk Freud, Skinner, Maslow, Ellis, dsb atau belajar dari para ahli psikologi Islam. []

Sejarah yang harus kita ketahui bersama

Belanda/ Barat/ Yahudi Memalsukan Sejarah Indonesia dan ternyata koq dipercaya Oleh Sebagian Besar Orang!

Inilah Beberapa Sejarah Indonesia yang Sengaja dipalsukan Oleh Belanda/ Barat/ Yahudi.
Baca dan Sebarkan!

Versi palsu :

1. Islam masuk ke Nusantara baru pada abad ke-13 Masehi yang dibawa para pedagang dari Gujarat, India.

2.Snouck Hurgonje merupakan peneliti Islam Belanda yang masuk Islam dan belajar di Mekkah, serta mengubah namanya dengan Abdul Ghaffar.

3. Kerajaan pertama di Nusantara adalah kerajaan Hindu Tarumanegara yang berdiri pada abad ke-4 Masehi di Jawa Barat.

4. Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara merupakan kerajaan-kerajaan kecil yang tidak mempunyai pengaruh.

5. Invasi penjajah Portugis, Spanyol dan Belanda tidak ada kaitannya dengan misi Salib. Penyebaran agama Kristen dilakukan dengan damai dan penuh cinta kasih.

6. Kerajaan Aceh Darussalam tidaklah besar dan kekuasaannya tidak mencapai atau tidak sampai seluas melebihi wilayah Asia tenggara.

7. Maluku dan Ambon merupakan wilayah kristen.

8. Fatahillah adalah orang pertama yang mengislamkan Jakarta.

9. Nama asli Pattimura adalah Thomas Matullesy, lahir di Saparua dan beragama Kristen.

10. Si Simangaraja XII merupakan Raja Batak yang beragam Palbegu, agama leluhur orang batak

FAKTANYA :

1. Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 M, dibawa oleh para pedagang Arab, langsung dari Mekkah. Ada bukti yang sangat mendukung, salah satunya banyak temuan arkeolog yang menyebutkan di tahun 674 M telah berdiri satu kampung Islam di pesisir Barat Sumatera Utara yang bernama Barus. Bahkan salah satu raja Sriwijaya Budha yang bernama Sri Indrawarman yang masuk Islam.

2. Snouck Hurgonje tidak pernah masuk Islam. Dia hanya berpura-pura sebagai Muslim. Saat meninggal, ia dikubur dengan prosesi Kristen.

3. Kerajaan Nusantara pertama adalah kerajaan Salakanagara yang berdiri di pesisir Utara Jawa Barat pada abad ke-1 M.

4. Kerajaan Islam di Nusantara merupakan kerajaan-kerajaan besar, bahkan kekuasaanya lebih besar dari imperium kerajaan Hindu. Salah satunya adalah kerajaan Aceh Darussalam yang kekuasaannya hampir mencapai Turki. Kerajaan ini menyatukan diri dengan kerajaan Turki Utsmaniyah, buktinya bisa dilihat pada bendera Aceh tempo dulu yang tidak jauh dari bendera Turki Utsmaniyah.

5. Invasi penjajah Portugis, Spanyol dan Belanda tidak lepas dengan penyebaran misi salib. Dilakukan dengan jalan kekerasan, pembantaian, pemaksaan dll. Hal ini diakui oleh banyak sejarawan barat.

6. Kerajaan Aceh Darussalam sangat mendunia. Willfred Cantwell Smith dalam bukunya Islam in Modern History menyebutkan kalau Aceh merupakan 1 dari 5 kerajaan Islam yang merupakan tonggak Muslim saat itu.

7. Maluku merupakan wilayah Islam, daerah ini sudah di datangi pedagang Arab dua setengah abad lebih dulu dari katolik. Nama Maluku berasal dari bahasa Arab ‘Al-Mulk’ yang memiliki arti ‘Tanah Para Raja.

8. Orang pertama yang mendakwahkan Islam di Jakarta adalah Syekh Quro, yang dibantu oleh ulama lain seperi Datuk Ibrahim.

9. Pattimura merupakan marga Muslim, dengan nama asli Ahmad Lussy, lahir di Bacan. Merupakan bangsawan dari kerajaan Islam Saluhau.

10. Si Simangaraja XII merupakan Islam tulen. Cap kerajaan dan benderanya sangat lengket dengan ornamen-ornamen Islam.

- suratkabar.co -
-Buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid 2-