Minggu, 27 Maret 2016

KISAH INDAH PENUH HIKMAH ) WEJANGAN IMAM SYAFI'I KEPADA MURIDNYA

(susahnya nasehat ini dilaksanakan) Diriwayatkan bahwa Yunus bin Abdi Al-'Ala, berselisih pendapat dengan sang guru, yaitu Al-Imam Muhammad bin Idris As-Syafi'i (Imam Asy Syafi'i) saat beliau mengajar di Masjid. Hal ini membuat Yunus bangkit dan meninggalkan majelis itu dalam keadaan marah..

Kala malam menjelang, Yunus mendengar pintu rumahnya diketuk ... Ia berkata : "Siapa di pintu..?"

Orang yang mengetuk menjawab : "Muhammad bin Idris."

Seketika Yunus berusaha untuk mengingat semua orang yang ia kenal dengan nama itu, hingga ia yakin tidak ada siapapun yang bernama Muhammad bin Idris yang ia kenal, kecuali Imam Asy Syafi'i..

Saat ia membuka pintu, ia sangat terkejut dengan kedatangan sang guru besar, yaitu Imam Syafi'i..

Imam Syafi'i berkata : "Wahai Yunus, selama ini kita disatukan dalam ratusan masalah, apakah karena satu masalah saja kita harus berpisah..?

Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat... Terkadang, meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya..

Jangan pula engkau hancurkan jembatan yang telah kau bangun dan kau lewati di atasnya berulang kali, karena boleh jadi, kelak satu hari nanti engkau akan membutuhkannya kembali.."

"Berusahalah dalam hidup ini agar engkau selalu membenci perilaku orang yang salah, tetapi jangan pernah engkau membeci orang yang melakukan kesalahan itu..

Engkau harus marah saat melihat kemaksiatan, tapi berlapang dadalah atas para pelaku kemaksiatan..

Engkau boleh mengkritik pendapat yang berbeda, namun tetap menghormati terhadap orang yang berbeda pendapat..

Karena tugas kita dalam kehidupan ini adalah menghilangkan penyakit, dan bukan membunuh orang yang sakit.."

Maka apabila ada orang yang datang meminta maaf kepadamu, maka segera maafkan...

Apabila ada orang yang tertimpa kesedihan, maka dengarkanlah keluhannya...

Apabila datang orang yang membutuhkan, maka penuhilah kebutuhannya sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadamu..

Apabila datang orang yang menasehatimu, maka berterimakasihlah atas nasehat yang ia sampaikan kepadamu..

Bahkan seandainya satu hari nanti engkau hanya menuai duri, tetaplah engkau untuk senantiasa menanam bunga..

Karena sesungguhnya balasan yang, dijanjikan oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Dermawan jauh lebih baik dari balasan apapun yang mampu diberikan oleh manusia.."
Semoga menginspirasi.. Wassalam

Minggu, 20 Maret 2016

Waspadai 5 Langkah Liberalisasi Agama Islam

Waspada kaum muslimin...

AntiLiberalNews – Kaum Sepilis (sekuler, pluralis, dan liberalis) telah gencar menyebarkan propaganda  liberal nya.

Berikut aneka PROPAGANDA LIBERAL dan jawaban kontra-logika sesat terkait.

1. PROPAGANDA SHALAT

“Buat apa SHALAT kalau riya’ tidak ikhlas, karena tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lebih baik bersihkan hati dulu, nanti kalau sudah ikhlas tidak riya’, maka baru Shalat agar diterima oleh Allah SWT.”

TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk pembenaran meninggalkan Shalat dengan “dalih” pembersihan hati dulu.

JAWAB :
Wajib Shalat walau masih riya’ belum ikhlas, karena Shalat adalah KEWAJIBAN AGAMA. Setiap muslim, ikhlas atau pun riya’, rela atau pun terpaksa, tetap WAJIB mendirikan Shalat.

Dan Shalat adalah BENTENG dari segala perbuatan KEJI dan MUNKAR, termasuk riya’, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. 29 Al-‘Ankabuut ayat 45.

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Justru : Shalat adalah OBAT HATI yang bisa menyembuhkan dan menghilangkan penyakit hati seperti riya’ dan ‘ujub. Bagaimana penyakit hati bisa sembuh tanpa mendirikan Shalat?!

2. PROPAGANDA JILBAB

“Lebih baik tidak pakai JILBAB, tapi hatinya baik, daripada pakai Jilbab tapi hatinya busuk.”

TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk membenarkan pelepasan Jilbab dengan “dalih” yang penting hatinya baik.

JAWAB :
Jilbab adalah KEWAJIBAN AGAMA, baik si pemakai berhati baik mau pun buruk, maka Jilbab tetap WAJIB dikenakan oleh para Wanita Muslimah sesuai dengan ketentuan Syariat, sebagaimana firman Allah Swt dalam QS.33.Al-Ahzaab ayat 59.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Justru : Jilbab juga termasuk OBAT HATI yang akan ikut merangsang penyembuhan penyakit hati, sekaligus identitas muslimah yang jadi benteng dari segala gangguan.

Karenanya, lebih baik memakai jilbab dan berhati baik, daripada berhati baik tanpa jilbab, apalagi berhati busuk tanpa jilbab.

3. PROPAGANDA KEPEMIMPINAN

“Lebih baik PEMIMPIN KAFIR asal jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada PEMIMPIN MUSLIM yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.”

TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk membolehkan orang Kafir memimpin umat Islam di wilayah mayoritas mu slim.

JAWAB :
Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Al-Ijma’ bahwasanya Orang Kafir HARAM memimpin umat Islam di negeri Islam atau di wilayah mayoritas muslim.

Kepemimpinan dalam pandangan Al-Qur’an bukan sekadar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah SWT, sebagaimana termaktub dalam Q. S. Al-Baqarah 2: 124.

 وَ إِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيْمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِيْن

“Dan (ingatlah) tatkala telah di­uji Ibrahim oleh TuhanNya dengan beberapa kalimat, maka telah dipenuhinya semuanya. Diapun berfirman : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan engkau Imam bagi manusia. Dia berkata : Dan juga dari antara anak-cucuku. Berfirman Dia : Tidaklah akan mencapai perjanjianKu itu kepada orang-orang yang zalim.”

Karenanya, lebih baik Pemimpin Muslim yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Kafir yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, apalagi Pemimpin Kafir yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.

4. PROPAGANDA POLITIK

“Islam itu suci dan Ulama itu mulia, sedang POLITIK kotor. Karenanya, jangan bawa Islam dan Ulama ke dalam politik.”

TARGET :
Kalimat ini bertujuan untuk menjauhkan Islam dan Ulama dari politik agar para Politisi Durjana bebas dan leluasa mengatur Negara dan Bangsa sesuai “Syahwat Syaithooniyyah” nya.

JAWAB :
Islam itu suci dan Ulama itu mulia, sedang politik (سياسي) itu PENTING untuk mengurus negara dan bangsa. Karenanya, hanya Islam yang suci dan Ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik agar tidak dikotori oleh para Politisi Durjana.

Karenanya, Islam menjadikan Kekhilafahan menjadi salah satu Bab penting dalam Fiqih Islam. Dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Khulafa Rasyidin rhadhiAllaahu ‘anhum, telah mempraktekkan POLITIK ISLAM yang benar lagi bersih untuk menjadi suri tauladan bagi segenap umat Islam.

5. PROPAGANDA TATHBIQ SYARIAH

“SYARIAT ISLAM adalah aturan hukum yang bagus, saat diterapkan di zaman Generasi Terbaik “Shahabat”, maka hasilnya bagus. Sedang zaman sekarang generasi umat Islam sangat lemah dan tidak bagus, sehingga tak mampu jalankan Syariah yang begitu paripurna. Karenanya, umat Islam saat ini jangan sibuk dengan perjuangan TATHBIQ SYARIAH (peneratapan syariah) dulu, tapi harus fokus kepada perbaikan diri sendiri dulu.”

TARGET :
Kalimat ini bertujuan agar umat Islam tidak lagi menperjuangkan Tathbiq Syariah dengan “dalih” memperbaiki diri dulu.

JAWAB :
Syariat Islam adalah aturan hukum yang bagus, dan selalu dijalankan oleh para Shahabat, sehingga menjadi Generasi Terbaik.

Nah, generasi zaman sekarang yang lemah dan kurang bagus, justru karena tidak jalankan Syariat Islam dengan baik.

Karenanya, generasi sekarang wajib mencontoh para Shahabat dalam menjalankan Syariah yang begitu paripurna, sehingga bisa menjadi generasi yang bagus juga.

INGAT : Dahulu para Shahabat sebelum masuk Islam merupakan Generasi Jahiliyah yang buruk, lalu masuk Islam dan menjalankan Syariah Islam, sehingga menjadi Generasi Terbaik sebagaimana dipuji oleh Allah Swt dalam Q.S. Aali ‘Imraan 3 ayat 110.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Kesimpulannya, siapa yang ingin menjadi Generasi Terbaik, maka wajib perjuangkan Tathbiq Syariah, karena Syariah lah yang mampu mengubah pribadi dan masyarakat menjadi Generasi Terbaik.

S'moga hari ini dan seterusnya akan lebih Baik...

Sabtu, 19 Maret 2016

The Problem Has A Name

Oleh: Dr. Dinar Dewi Kania (Peneliti CGS & Ketua Bidang Kajian AILA)

Kebahagiaan adalah tujuan akhir dari manusia, begitulah pandangan Aristoteles dalam bukunya Nicomachian Ethics.Oleh karena itu, setiap usaha dan perjuangan manusia pada dasarnya adalah untuk mengejar kebahagiaan. Tak terkecuali perjuangan kaum perempuan Barat yang menuntut kesetaraan dengan kaum laki-laki. Namun dalam perjalanannya, tuntutan para aktivis perempuan Barat semakin radikal. Bagi mereka, kesetaraan hanya akan memberikan kebahagiaan semu, kebebasan atau kemerdekaanlah yang mewujudkan kebahagiaan hakiki. Apakah benar anggapan mereka? Betsey Stevenson (2009) dalam penelitiannya “The Paradox of  Declining Female Happiness” menunjukan bahwa meski begitu banyak tuntutan aktivis perempuan Amerika yang terwujud selama 35 tahun ini, tingkat kebahagiaan perempuan justru semakin menurun dibandingkan laki-laki. Padahal pada tahun 1970-an, kebahagiaan perempuan lebih tinggi dari laki-laki.[1] Lalu, apa yang sebenarnya  dicari kaum Feminis?

Pada era 1960–an di Amerika terbit sebuah buku yang sangat berpengaruh kepada gerak aktivis perempuan Barat:The Feminine Mystique. Penulisnya, Betty Friedan, merupakan tokoh feminis Liberal. Friedan melihat banyak perempuan yang mengalami krisis eksistensi setelah lahirnya gerakan feminis yang menuntut hak pekerjaan, akses kepada pendidikan tinggi dan hak politik. Ketika semuanya tercapai, perempuan Amerika era 60-an justru kembali meyakini bahwa tempat yang terbaik bagi perempuan adalah rumah. Namun keinginan perempuan Amerika untuk back to family menurut Friedan justru menghasilkan krisis lainnya, yakni krisis identitas atau krisis eksistensi di kalangan perempuan Amerika.

Friedan mempopulerkan suatu istilah “the problem that has no name”, untuk menggambarkan ketidakbahagiaan perempuan-perempuan Amerika pada era 1950 dan 1960 padahal mereka memiliki kenyamanan materi, menikah, dan memiliki anak. Friedan mengklaim bahwa kehidupan di rumah saja tidak dapat memuaskan kaum perempuan akan kebutuhan eksistensi. Banyak wanita pada saat itu frustasi dengan kehidupan mereka yang berkisar antara rumah, suami, dan anak.

“Just what was this problem that has no name? What were the words women used when they tried to express it? Sometimes a woman would say "I feel empty somehow ... incomplete."[2]

Menurut Friedan, semua ini terjadi karena adanya peran feminin (Feminine role). Peran feminin adalah peran perempuan yang hakiki, sebagai istri dan ibu. Perempuan feminin tidak menginginkan karir, tidak menginginkan pendidikan yang lebih tinggi, tidak memerlukan hak-hak politik, seperti yang diperjuangkan feminis pendahulunya (old fashioned feminist). Friedan mengkritik Freud yang menganggap peran feminin sebagai takdir perempuan. Friedan menegaskan bahwa jika perempuan tidak memiliki pencapaian individual (berupa karir atau pekerjaan) tidak mengetahui identitas dirinya, maka perempuan akan tetap dalam kondisi tidak bahagia. [3]

Pandangan Friedan dan para aktivis feminis sebenarnya memperlihatkan kebingungan perempuan Barat atas konsep kebebasan dan kebahagiaan. Dulu perempuan Barat termarjinalisasi selama ribuan tahun. Kemudian pada abad ke-20 mereka berhasil mendapatkan  hak-hak publiknya. Setelah mendapatkan hak publiknya, banyak dari perempuan Barat yang ingin kembali ke rumah. Namun setelah kembali ke rumah mereka tetap merasa hampa dalam kehidupannya dan pada akhirnya berhadapan dengan krisis eksistensi. Kondisi tersebut tidak akan pernah berubah selama pandangan hidup perempuan Barat masih sekuler dan materialistis.

Dalam pandangan Islam, manusia—baik laki-laki ataupun perempuan—bukan semata-mata entitas fisis, namun merupakan makhluk spiritual yang bersifat metafisis. Krisis eksistensi pada diri manusia akan terjadi apabila manusia berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam diri manusia tanpa bimbingan wahyu. Termasuk pertanyaan para feminis “kebebasan seperti apa yang bisa mendatangkan kebahagiaan bagi perempuan?”

Kebebasan tanpa moralitas dan agama adalah jurang kesengsaraan. Kebebasan yang membawa kepada keburukan bukanlah sebuah pilihan karena kebebasan sejati terkait dengan tindakan yang sesuai dengan fitrah manusia. Tindakan bebas diartikan sebagai tindakan memilih yang terbaik, maka, agar manusia dapat memilih yang terbaik, ia harus memiliki pengetahuan tentang baik dan buruk. Memilih sesuatu yang lebih buruk tidak mencerminkan kebebasan karena semua itu bersumber dari kebodohan dan dorongan hawa nafsu yang mengarahkan kepada sifat-sifat tercela.[4]

Ketidakbahagiaan perempuan bukan berasal dari Feminine role (peran dosmestik sebagai istri dan ibu) sebagaimana propaganda Feminisme Liberal. Bukan pula karena tidak adanya kebebasan atau kemerdekaan seksual seperti anggapan Feminis Radikal. Ketidakbahagiaan tersebut disebabkan banyaknya perempuan yang tidak lagi hidup dalam kebajikan. Menurut Imam al-Ghazali, kebajikan terkait dengan ilmu dan amal shaleh. Ilmu merupakan jalan bagi manusia mencapai kebahagiaan di dunia dan sekaligus di akhirat. [5] Ilmu yang benar adalah ilmu yang mendekatkan manusia kepada Allah SWT dan memberikan petunjuk kepada kebenaran. Feminisme memproklamasikan diri sebagai paham dan gerakan yang memusuhi agama, jadi mungkinkah feminisme mampu menunjuki jalan kebahagiaan?

Kebebasan hakiki adalah ketika hati manusia bebas dari ikatan dan ambisi duniawi. Sedangkan kebahagiaan sejati hanya didapat ketika jiwa mengenal Allah SWT dan aturan-aturan-Nya melalui jalan ilmu. Oleh karena itu, jadilah perempuan paling bahagia dengan ilmu yang benar. Jangan sampai kekecewaan terhadap dunia membutakan akal dan kalbu sehingga tunduk pada isme - isme yang menyesatkan. Boleh saja Betty Friedan mengatakan, problem eksistensi yang dialami perempuan Barat adalah problem yang tidak memiliki nama. Namun sebagai  perempuan muslim, kita harus berani mengkritisi pemikiran kaum feminis dan mengatakan : “ The problem  has a name, Ma’am.  It is a crisis of knowledge … a crisis of Iman.”

Depok, 12 Maret 2016



thisisgender.com/the-problem-has-a-name

Sabtu, 10 Oktober 2015

Pesan dan Nasehat oleh kH. DR. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A., M.Phill dalam acara Pekan Perkenalan Khutbatul-Arsy di Pondok Modern Gontor Darul Qiyam Kampus 6 Magelang

Pendidikan di gontor itu tidak selalu pendidikan yang ber-intelektualistis, bukan berarti pelajaran itu tidak penting, tetapi pelajaran yang diberikan di Gontor kepada kalian adalah pelajaran hidup, hidup di masyarakat bukan hanya untuk memberikan apa yang kalian dapatkan di dalam kelas, kalau anda pergi ke masyarakat anda pasti disuruh bekerja, pasti disuruh berbicara, pasti dilihat sopan santunnya.

Ada orang yang berhasil bukan karena pintar, tetapi karena dia baik, dan menjadi orang baik itu tidak mudah, orang menghargai seseorang karena dia bekerja keras, tidak mudah, tapi dia kerja keras, didikan pondok modern gontor itu bisa menjadi macam-macam, bisa menjadi professor, bisa menjadi dokter, bisa menjadi pegawai negeri, bisa menjadi guru, menjadi kyai, bisa menjadi pekerja yang professional, ilmunya hanya dari gontor, mentalnya dari gontor, ilmu itu bisa dapat dari mana saja, maka dari itu janganlah kamu segan-segan bermimpi, tidak mustahil ada dari anda ini yang akan menjadi presiden, menteri, duta besar, dan pengusaha yang suskses.

Di gontor tidak ada didikan untuk menjadi menteri, atau duta besar, yang ada adalah pendidikan mental untuk menjadi orang baik, kalau anda tidak bisa menjadi orang yang berilmu dan berpengetahuan luas, maka jadilah orang yang berbudi tinggi, ini sudah cukup untuk jadi bekal kalian untuk hidup di masyarakat, kalau tidak bisa jadi orang baik, jadilah orang pintar, kalau tidak bisa menjadi orang yang berilmu pengetahuan luas, jadilah pengusaha yang tinggi dan suskes, tetapi yang banyak sedekah dan zakatnya. Disimpulkan menjadi 3 hal : 1.Jadilah orang yang berbudi tinggi dan berakhlakul karimah. 2.jadilah orang yang berpengetahuan luas. 3.jadilah orang yang berpenghasilan tinggi dan banyak sedekahnya.

Khoirunnaasi anfauhum linnaasi, yang dimanfaatkan apanya? Kalau tidak ilmunya, ya berarti tenaganya, uang yang dimanfaatkan, sekarang banyak sekali orang yang kaya di Indonesia ini yang hartanya tidak bisa dimanfaatkan untuk umat islam, ini adalah harta yang tidak manfaat, zakatnya itu bisa miliaran, tetapi kemana? Inilah pendidikan di pondok modern gontor, berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas. Berpikiran bebas di sini bukan sebebas-bebasnya, berpikiran bebas itu kreatif, orang yang berpengetahuan luas pasti dia memiliki kreatifitas yang tinggi, kalau ilmu anda adalah ilmu agama, berpengetahuan luas dalam bidang agama, maka berpikiran bebas artinya adalah ber-ijtihad, menjadi mujtahid, maka kelas 5 dan 6 anda membaca buku bidayatul-mujtahid, itu artinya anda belajar menjadi mujtahid tetapi belum boleh menjadi mujtahid, baru kelas 5 dan 6 ilmunya masih sedikit, jangan sok berpikiran bebas, anda belum tahu bagaimana membedakan mana pendapat-pendapat yang benar dan mana pendapat-pendpat yang salah, itu namanya muqaranatul-madzahib.

Kenapa anak-anak di sini ditaruh di magelang ketika setelah yudisium capel, anda harus tahu hikmahnya, mungkin kalau anda ditaruh di gontor pusat bisa saja anda tidak kerasan, karena di gontor jumlahnya 4.500, bisa saja mental anda tidak kuat, bisa jadi anda tidak naik kelas di sana, hikmahnya di sini juga banyak sekali, ini tempat begitu sangat indanhnya, air di sini mengalir setiap saat, di gontor itu bunyi air sulit didengar, anda harus bersyukur berada di sini, dan tempat yang seperti ini adalah tempat yang sangat bagus untuk menggembleng mental, hanya orang yang bekerja dengan susah payahlah maka dia bisa berhasil, apa ada orang yang malas-malasan bisa jadi presiden/sukses? Tidak ada.

Ada istilah di gontor Ke Gontor Apa Yang Kau Cari? tetapi yang lebih penting lagi sebenarnya adalah Bagaimana Engkau Mencari?. Di sini kehidupan itu diatur oleh jiwa yang 5, Keikhlasan (guru-gurunya ikhlas, maka muridnya pun ikhlas), tidak ada yang dibayar, dan dengan keikhlasan itu barokahnya pasti besar, Sederhana, hidup kita seperti ini sederhana, jangan bermewah-mewah, orang yang bermewah-mewah itu tidak akan jadi/berhasil, Berdikari/Kemandirian, artinya kita tidak perlu bantuan orang lain, tidak perlu dukungan orang lain, bahkan kalian sendiri hidup di dalam asrama itu mandiri, Ukhuwah Islamiyah, di sini berkelahi itu dosa besar, karena tidak menghargai persaudaraan atau ukhuwah islamiyah, Kebebasan, bebas di sini artinya bebas tidak dibawah ormas apapun, tidak dibawah partai apapun, kebebasan bukan berarti anda bebas melakukan apa saja, harus bisa memahami arti berpikiran bebas dengan kebebasan. Itulah jiwa yang menghidupi pondok ini.

Ada yang berkata masa kita hidup di pondok modern, tetapi tidurnya di bawah, kegiatannya bikin capek dan gak ada waktu istirahat. Sekarang bandingkan, kalau anda sekolah di luar (SMP,SMA), anda itu punya banyak waktu kosong, berangkat sekolah jam 5 pagi dan sampai sekolah jam 7, nanti selesai jam 2/3, kemudian pulang ke rumah sampe jam 5/6, waktu anda habis, belum nanti waktu digunakan untuk main-main dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat dll, isinya itu tidak ada, oleh karena itu suasana yang seperti ini (di gontor) seharusnya itu menjadikan mental anda kuat, artinya anda tahan cobaan, tahan godaan, tahan kelelahan. Kalau anda bisa bertahan atas segala kesulitan ini maka anda akan sukses. Isya Allah. Maka dari itu semuanya yang terpenting adalah mental anda dan kesungguhan anda dalam belajar.

Untuk mahasiswa UNIDA (guru-guru), tempat anda memang di kampus magelang, akan tetapi universitas anda adalah universitas yang berkualitas Internasional. UNIDA ini sudah memiliki MOU (Memorandum Of Understanding) di 40 universitas ternama di dalam dan di luar negeri. Kalau anda berprestasi, perlu anda ketahui, sekarang ini yang namanya beasiswa itu mencari orang pintar, siapa saja yang memiliki nilai yang bagus, maka anda akan DICARI, maka dari itu di sini anda belajar bersungguh-sungguh selain anda menjadi guru, tidak ada orang yang bisa memaksa kalian kecuali diri anda sendiri, tidak ada disiplin anda harus belajar jam sekian sampai jam sekian kecuali anda sendiri, tidak ada yang memaksa anda kuliah, silahkan anda tinggalkan kuliah, gak kuliah sama sekali, akibatnya nanti akan anda rasakan sendiri.

Bagi mahasiswa yang tidak mau kuliah dan malas kuliah, BERHENTI KULIAH, malas jadi guru, BERHENTI JADI GURU, sekarang pertanyaannya kalau anda tidak doyan ilmu, tidak doyan belajar, maka alternative yang bisa anda lakukan adalah mencari harta, kalau tidak cari ilmu, maka cari duit, surganya orang yang alim dengan surganya orang yang kaya itu SAMA,التاجر الصدوق في الجنة مع الشهداء والتابعين (pengusaha yang jujur itu tempatnya di surga bersama para syuhada dan tabiin), kalau anda tidak bisa menjadi seorang yang alim, jadilah orang yang Tajir, kalau anda tidak bisa dua-duanya, maka anda bukan orang yang bermanfaat untuk orang lain.

Seriuslah dan sungguh-sungguhlah ketika di S1, kalau anda di S1 betul-betul berprestasi, maka ketiaka S2 ringan, bisa kemana saja, semakin tinggi tingkat pendidikan itu sebenarnya semakin ringan, kalau semakin rendah, maka semakin berat dan dibutuhkan kesungguhan, di KMI perlu kesungguhan, mental dididik, kerja keras dididik, hafalan dididik. Di perguruan tinggi itu dibutuhkan ketekunan, tekun belajar, S2 dan S3 tidak membutuhkan orang-orang yang brilian, yang diperlukan hanya orang-orang yang tekun, belajarlah berdarah-darah betul-betul anda sekarang ini tidak ada waktu untuk rileks, ada cerita yang namanya Ulat itu sebelum jadi Kupu-kupu, dia diproses dulu jadi Kepompong, kepompong itu adalah sebuah bulatan, ternyata ketika berproses menjadi kupu-kupu itu, ulat yang di dalam kepompong itu berusaha dengan sekuat tenaga untuk keluar dari kepompong, begitu dia bisa keluar, dia akan menjadi kupu-kupu yang sehat, dan bertahan hidup lama. Suatu ketika ada orang yang ingin membantu membukakan kepompong itu, disobek dan keluarlah kupu-kupu, ternyata setelah diamati, kupu-kupu yang dibantu tersebut umurnya tidak panjang. Berarti orang yang bisa survive hidup itu apabila ketika masa mudanya dia bekerja keras, kerja sekeras-kerasnya, nanti pada waktu tua, dia akan menikmati kerja keras yang dia kerjakan di waktu muda tersebut. Maka siapkah anda bekerja keras? Siapkah anda bekerja keras? Semoga 10-20-30 tahun lagi anda akan siap berjuang menjadi tokoh-tokoh masyarakat. Aaaminnnn..


Dikutip dari ceramah Kuliah Umum Babak I dalam acara Pekan Perkenalan Khutbatul-Arsy di Pondok Modern Gontor Darul Qiyam Kampus 6 Magelang, Bulan September 2015.

Jumat, 09 Oktober 2015

Resume Film 3 (Alif, Lam dan Mim. Sosok tiga sahabat yang Idealis)

Dalam tulisan kali ini, saya akan sedikit menshare film 3, film ini bagi orang-orang kurang menarik dan segala macam alasan. Tapi, bagi saya film ini jusru sangat bagus bahkan menjadi rekomendasi bagi kita, tentunya yang terjun sebagai Aktivis Mahasiswa maupun Aktivis Dakwah apapun itu begronnya. Apa saja sih point-point resume yang saya buat kali ini?.... Yuk kita simak baik-baik.

1. Dalam Prolog film Ini, diawali dengan ledakan sebuah kafe di Jakarta oleh sekelompok ekstrimis atas nama agama dan tak lain agama tersebut adalah Islam sebagai pelakunya, tahun demi tahun dilewati dan media-media menyiarkan bahwa faktor agama-lah yang telah membuat kerusakan dan kekacauan di negeri Indonesia. Dan ada seorang yang diwawancara lewat berita yang mengatakan: “Apabila saya menjadi pemimpin, maka saya akan memberangus semua kejahatan-kejahatan terutama yang berbau agama dan akan menciptakan perdamaian dan kebebasan”.

2. Pada tahun 2036, Indonesia telah resmi menjadi negara Liberal, HAM sangat dijunjung tinggi & agama dituduh sebagai perusak, seluruh tempat ibadah terutama mushola & masjid sudah menjadi gudang, tidak ada penggunaan sejata api karena dianggap sebagai pelanggaran HAM dan sebagai gantinya maka diganti dengan senjata plastik dan ilmu bela diri sangat digunakan pada saat itu baik para penegak hukum maupun para pelanggar hukum.

3. Swkarang side ini menceritakan tentang Alif yang dimana dia seorang polisi yang sangat idealis & ambisius dalam menegakan kebenaran dan melawan ketidakadilan. Lalu Lam, dia seorang juralis yang sama idealisnya dgn Alif, selain Idealis, dia sangat suka menulis berita apapun itu yang sesuai dengan hati nurani dan kebenaran. Selanjutnya Mim, dia seorang ustadz di pesantren Al-Ikhlas yg dipandang baik dan memiliki idealis yang tinggi sama dengan Alim dan Lam. Tetapi, idealis yang digunakan sebagai seorang pemuka agama Islam dan menolong agama Islam.

4. Sebelumnya, Alif, Lam dan Mim adalah sahabat baik dan dekat dalam setiap kegiatan baik dalam ilmu bela diri maupun Ilmu agama dipesantren Al-Ikhas, tetapi semenjak perguruan bela diri diseger garis polisi karena dianggap menyebarkan ajaran radikal maka akhirnya mereka bertiga memilih jalan masing-masing dalam menegakan kebenaran. Alif memilih menjadi seorang polisi untuk menegakan kebenaran dan keadilan, Lam memilih sebagai penulis terkenal dan menjadi seorang jurnalis untuk memberitakan kebenaran, dan Mim memilih hidup dan mati sebagai khusnul khotimah yang akhirnya menjadi seorang pemuka Agama Islam dan menetap di Pesantren Al-Ikhlas.

5. Alif yang diskors dari tugasnya karena telah dianggap membunuh tersangka akhirnya janjian menemuin Laras, mantan kekasihnya. Lalu setiba disana kafe tersebut dibom oleh orang tak dikenal dan laras dianggap telah mati, lalu Lam yang berusaha mencari kejanggalan-kejanggalan dibalik pengebomban kafe dibungkam oleh atasannya untuk pergi ke suatu tempat kalau tidak, akan dipecat. Mim berusaha menghentikan para polisi agar kembali pulang karena tidak ada kecurigaan. Namun, karena keras kepala maka Mim terpaksa memberikan pelajaran kepada para polisi. Bukti semakin mengarah ke Pesantren Al-Ikhlas, dimana Alif dan Mim harus saling berhadapan satu sama lain yang akhirnya Kiyai yang tidak bersalah bersedia dibawa oleh para polisi dan berpesan kepada Mim “Rapatkan Shaff (Barisan)”. Lalu keesokan harinya Alif dan Lam bertemu dan memberikan bukti yang sebenarnya bahwa pelaku pengeboman bukan dari Pesantren. Karena ketika Lam, mau pulang diserang oleh seorang tak dikenal yang tak lain adalah Laras yang selamat dari pengeboman. Oleh karena itu, Alif dan Lam mencari bukti tetapi ketika sedang mencari bukti Lam diserang oleh sekelompok tak dikenal dan mengarah kepada keluarganya, meski isteri Lam meninggal tetapi anaknya selamat dan menyuruh Alif untuk membawa ke Pesanteran Al-Ikhlas, tempat dimana Mim tinggal dan perawatan yang bisa dipercaya.        

5. Awalnya mereka bertiga saling bermusuhan karena sama-sama mempertahankan idealisme masing-masing, sama-sama memperjuangkan kebenaran, dan sama-sama melindungi apa yang harus dilindungi. Namun, pada akhirnya, mereka sadar bahwa ternyata mereka di adu domba oleh orang-orang yang tak bertanggug jawab dan sama-sama mengetahui rencana jahat untuk menghancurkan pesanteran sebagai tugas terakhir mereka. Maka pada akhirnya mereka bersatu kembali untuk mencari semua bukti yang benar dan sama-sama membebaskan kiayi dari segala tuduhan yang tidak benar terlebih kiayi tersebut adalah guru agama mereka bertiga.

6. Akhirnya Alif, Lam dan Mim membagi tugas mereka. Alif pergi menemui kolonel atas rencana jahatnya karena telah meledakan kafe, Lam menjaga pesantren, melacak semua kegiatan lewat jaringan media online dan menghentikan yg memata-matai pensantren dan Mim menemani kiyai di persidangan. Namun semua terlambat, karena Alif diracun oleh kolonel melalui minuman, Lam terlambat menghentikan bom setelah bertarung dengan kedua mata-mata dari kepolisian yang tak lain adalah pembunuh isterinya dan Mim dan Kiayi terkena ledakan bom bunuh diri. Meski begitu keempatnya selamat, Alif bertarung melawan pasukan kolonel dibantu Laras setelah itu memberi anti biotik ke Alif agar racun tidak menyebar, Lam dan Mim harus bertarung dengan guru silatnya sendiri karena memilih jalan yang salah dan berhasil mengalahkannya, Alif sendiri berhasil membunuh kaki tangan kolonel yang jahat. Namun, Alif mengambil hp/gadget milik kaki tanggan kolonel yang masih aktif dan mengatakan kepada seseorang tersebut "Aku akan mencarimu", lalu dibalas olehnya "Permainan belum selesai, ini baru permulaan. Permainan sesungguhnya baru akan dimulai".  

7. Dari film tersebut, memang awal-awalnya menyindir Islam, tetapi setelah ditonton baik-baik dan sampai tuntas. Banyak sekali pesan-pesan Islam didalamnya. Diantaranya yaitu, rapatkan shaf barisan. Ini menandakan bahwa Umat Islam harus bersatu agar sama-sama memecahkan permasalahan yang ada dan agar Islam menang serta tegak. Apabila Umat Islam tidak bersatu maka sangat gampang sekali untuk di adu domba oleh pihak yang ingin menghancurkan islam. Sebagaimana Firman Allah SWT berbunyi:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (Q.S. As-Shaff: 4).

8. Bila saya perhatikan seksama, film ini merupakan gambaran Indonesia kedepan. Yah, kita ga usah jauh-jauhlah. Kita lihat hari ini, banyak sekali diantara umat Islam Indonesia ibadah-ibadah sunnah sudah dianggap asing oleh kita sendiri, ini baru sunnah loh, belum yang lain. Kebayang kalau Ibadah Sholat sudah dianggap asing, Puasa Ramdhan, Zakat dan Haji sudah dianggap asing yang seperti dalam film diatas, apa yang akan terjadi?..... kita tak bisa membayangkannya. Sedangkan sholat adalah tiangnya agama, kalau ibadah seperti sholat dianggap asing?.... maka bisa dipastikan kondisinya sama seperti yang ada pada film tersebut. Namun memang, inilah yang disabdakan oleh baginda besar kita, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing” (HR Muslim).

Inilah yang dimaksud generasi Ghurabah (generasi yang terasing), seperti yang ada pada film tersebut. Dimana Ibadah Wajib seperti Sholat sudah dianggap asing bahkan dianggap sebagai tindakan radikal dan masjid-masjid jadi gudang, dan yang baik dianggap salah dan salah dianggap baik. Dan mereka betiga (Alif Lam dan Mim) yang berjuang untuk menegakan kebenaran dan tempat yang aman hanya di daerah Pesantren Al-Ikhlas. Bahkan bisa jadi bila ajaran Liberal, Sekuler dan Plural termasuk dengan ajaran-ajaran sesat lainnya berhasil menang dinegeri kita ini, nasibnya mungkin ga jauh beda dari film diatas. Bahkan lebih parah dari itu. Terlebih orang-orang Kristen, Syi'ah dan ajarah-ajaran sesat lainnya sudah mulai berani terang-terangan melawan orang-orang Islam.

Semoga dalam film tersebut kita bisa mengambil hikmahnya, karena saya pribadi film ini sangat bagus dan perlu ditonton terlebih sebagai aktivis dakwah baik dari kalangan mahasiswa maupun ormas serta kita sebagai seorang Muslim tetap merapatkan barisan (bersatu) dalam menghadapi berbagai macam permasalahan.

Wallahu A’lam Bish Shawwab

->Muhammad Iqbal Nur Hakim/Mas Ibay
-Aktivis KAMMI
-Ketua Divisi Mentoring di Kampus Peduli Se-Bandung Raya
-Penanggung Jawab Perkuliahan Pandangan Alam Islam dan Kajian di Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan (PIMPIN) Bandung
-Guru Mat.pel. IPS & PPK/PKn dan Wakasek Bag Humas di MDA Maqdis/MTs

Kamis, 03 September 2015

Resume Film Jenderal Soedirman.

Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin sedikit berbagi dari film yang saya tonton kemaren. Film ini tak lain adalah Film sosok Jendral yang sangat terkenal dan sosoknya sangat karismatik baik dikalangan atas maupun bawah, tentunya dari militer kita sendiri. Seperti apakah kisahnya?.... 
Saya mencoba menulis/meresrum dari apa yang ditonton. Yuk, kita simak bersama. 

1. Dalam prolog, dimulai dari pemilihan jenderal antara Urip dan Soedirman. Setelah pemilihan selesai, Soedirman akhirnya diangkat jadi jenderal. Akan tetap ada seorang perwira yg teriak bhw perhitungan suara bpk slsy krn ada 6 mandat n semua spkt akhirnya memilih Soedirman sebagai jenderal.

2. Tan Malaka begitu ambisi untuk menguasai pemerintahan, meminta bantuan ke soedirman untuk sama2 Berjuang, tetapi krn pemikiran Tan Malaka sgt keras n radikal, apalagi Soedirman seorang militer akhirnya Soedirman memutuskan tidak mengikuti saran tan malaka.


3. Film dimulai saat ibu kota republik dalam keadaan Damai. Namun, pada tanggal 19 bulan Desember Tahun 1948, Belanda membatalkan perundingan Renville scr sepihak n mulai melakukan agresi militer belanda ke 2 yg target serangan adalah Ibu Kota Republik, yaitu Yogyakarta melalui lapangan maguo (skrg adi sucipto)

4. Kondisi sprt ini, Pemerintah melakukan rapat mendadak dan Jenderal Soedirman berusaha menemui presiden utk menemui Hasilnya. Setelah menunggu lama akhirnya pemerintah tidak ada pilihan utk membentuk pemerintah darurat di sumatera bila Ibu Kota Republik jatuh ke tangan Belanda, dgn catatan Presiden Soekarno ttp di Yogya dan Jenderal Soedirman bergeriliya. Sblm brkt Soekarno berpesan kpd Jenderal Soedirman agar jadikan perang geriliya sbg perang semesta. Disinilah perang geriliya Jenderal Soedirman dimulai.

5. Betapa kagetnya Jenderal Soedirman mendengar kabar ketika Presiden Soekarno n wakilnya Moh. Hatta beserta menterinya ditahan Selanda, tetapi perang geriliya harus tetap dilaksanakan. Dengan kondisi yg sdg sakit parah jenderal soedirman tetap memimpin perang dgn tandu.

6. Jenderal soedirman, menunjuk seorang mata2 utk melihat pergerakan belanda, hasilnya belanda sdh mulai mendekat, krnny jenderal soedirman berserta pasukannya bergerak. Ketika malam hari pasukan jenderal soedirman dikepung oleh bataleon 102, betapa kagetnya batalion 102 ketika yg dikepung adalah Jenderal Soedirman. Akhirnya batalion 102 memberi jalan Jenderal Soedirman berserta pasukan nya.

7. Ketika sampai di kediri, ternyata kota kediri dikuasai oleh tentara komunis yg dimana mereka smua bekas pelarian dari pemberontkan PKI di madiun. Dan disana tan malaka medeklaraikan diri membentuk pemerintahan sendiri. Ketika kediri diserang belanda melalui serangan udara, tentara PKI melintas dan memburu Jenderal Soedirman. Namun, dgn kecerdikan tentara soedirman, akhirnya Jenderal Soedirman akhirnya selamat.

8. Meski dlm kondisi geriliya, Jenderal Soedirman mengungumkan via radio kpd seluruh tentara yg Indonesia yg tersebar dan ikut bergeriliya agar tetap semangat melawan penjajahan Belanda.

9. Pasukan Belanda tak henti2 nya memburu Jenderal Soedirman beserta pasukannya, namun pasukan Indonesia tetap menyerang post2 penting pertahanan belanda dan menghambat gerakan belanda.

10. Disini saya sempat meneteskan air mata, ketika Jenderal Soedirman bersama pasukannya sudah berada pd titik keputusasaan ketika Belanda memiliki senjata lengkap dan sejata pasukan Jenderal Soedirman hanya seadanya dan hanya pada Allah-lah Jenderal Soedirman bersama Pasukannya cuma bisa berserah diri dan mempersilahkan siapa saja yg ingin kembali. Tapi Pasukan Jenderal Soedirman tetap setia akan menemani ikut berjuang melawan Belanda sampai mati.

11. Ketika Jenderal Soedirman bersama Pasukannya dikepung tentara Belanda, Jenderal Soedirman bersama pasukannya menyamar, berkat pertolongan Allah, Jenderal Soedirman bersama pasukan nya akhrinya selamat.

12. Jalan demi jalan ditapaki, desa demi desa dilewati demi menghindari sergapan Pasukan Belanda, akhirnya Sampailah Jenderal Soedirman bersama Pasukannya disebuah desa yg dimana akan jadi markas untuk melakukan serangan umum dan mengirim Surat ke Sri Sultan Hamengkubuono IX untuk memohon izin.

13. Serangan Umum telah membalikan keadaan bangsa Indonesia n tentara Indonesia baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga Belanda dan pasukannya tidak sanggup lagi untuk melawan pasukan Indonesia.

14. Pasca serangan umum dan diadakan Perundingan Roem-Royen dgn isinya pihak pasuka Belanda n pihak pasukan Indonesia harus menghentikan serangan/gencatan Senjata, hal ini membuat Jenderal Soedirman menjadi sangat marah ketika pemerintah Indonesia berunding dgn belanda lagi krn dianggap sama saja menyerahkan Indonesia pada Belanda, itu sebabnya Jenderal Soedirman ttp tdk mempercayai perundingan dan tetap melanjutkan tugas sebagai tentara meskipun sudah kembali ke Ibu Kota.

15. Dalam film yang saya tonton ini sudah bagus dan patut untuk kita tonton bersama, cuma yang menjadi catatan dalam film ini tidak menayangkan serangan umum utk merebut kembali Ibu Kota Republik dari Belanda, meski bukan Jenderal Soedirman sendir yang mimpin, tapi harus ditayangkan karena serangan umum 1 maret 1949 adalah hari yg sgt bersejarah dan menjadi titik awal kebangkitan Indonesia n menangkat martabat bangsa Indonesia dan tentara Indonesia dimata dunia, meski pada saat serangan umum dipimpin oleh Letkol Soeharto.


16. Penutup, dalam pentempuran secara geriliya, boleh jadi sudah tidak dikenal lagi oleh generasi muda sekarang. Namun sejarah telah mencatat bahwa, takhtik perang geriliya jenderal soedirman adalah tahtik perang terbaik dan diakui dunia sebagai strategi yg sangat tangguh. Semoga kita semua terutama genersi muda senantiasa mencintai dan mempelajari sejarah, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawan dan mengenali sejarahnya.

Wallahu A'lam bish Shawwab 

Itu saja resume yang bisa saya sampaikan dari film yang saya tonton, mohon maaf apabila ada kesalahan dari berbagi resume ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin

Mudah-mudahkan negeri kita bisa menampilkan film-film yang berkualitas seperti film-film sejarah seperti ini. Karena negeri kita sanagat kurang sekali film-film yang bersifat edukatif terutama film-film yang bersifat sejarah bangsa kita sendiri.

Muhammad Iqbal Nur Hakim/Mas Ibay
Aktivis KAMMI
Ketua Divisi Pull House Kampus Peduli
Penanggung Jawab Kuliah Pandangan Alam Islam/Islamic Worldview dan kajian PIMPIN Bandung
Guru MDA Maqdis Mat.Pel. Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan dan IPS Kelas VII, VIII & IX

Sabtu, 04 April 2015

Hikmah dibalik Pemblokiran Situs Islam

PENDAHULUAN
            
Dipenghujung bulan Maret 2015 atau menjelang bulan April, umat Islam Indonesia dikejutkan dengan berita pemblokiran situs-situs Islam, pemblokiran tersebut dilakukan secara sepihak oleh pihak BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan kementrian kominfo tanpa konfirmasi terlebih dahulu oleh pihak Kepolisian, Mentri Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta ormas-ormas Islam lainnya, terutama yang bagi pemilik akun situs tersebut.
            
Ada 19 atau bahkan 22 situs yang diblokir oleh pihak BNPT dan Kemenkominfo yang dilakukan secara sepihak diantaranya yaitu Situs:
1. arrahmah.com, 2. voa-islam.com, 3. ghur4ba.blogspot.com, 4. panjimas.com, 5. thoriquna.com, 6. dakwatuna.com, 7. kafilahmujahid.com, 8. an-najah.net, 9. muslimdaily.net, 10. hidayatullah.com, 11. salam-online.com, 12. aqlislamiccenter.com, 13. kiblat.net, 14. dakwahmedia.com, 15. muqawamah.com, 16. lasdipo.com, 17. gemaislam.com, 18. eramuslim.com, 19. daulahislam.com, 20. shoutussalam.com, 21. azzammedia.com dan 22. indonesiasupportislamicatate.blogspot.com.
            
Jadi wajar, tindakan secara sepihak itu membuat pemilik akun dan orang Islam di  Indonesia menjadi sangat marah dan sampai-sampai membuat hastag #KembalikanSitusIslam dan langsung menggema dijejaring sosial khususnya twitter. Bahkan menjadi tranding topik Se-Indonesia bahkan sampai mendunia.
            
Dalam Tulisan saya kali ini, saya dibantu oleh teman saya (Angga Ervan Elvian) sebagai editor mencoba membuat tulisan berjudul “Hikmah dibalik Pemblokiran Situs Islam”. Karena banyak sekali situs-situs yang menulis terkait masalah pemblokiran, tetapi sedikit sekali yang membahas apa sih yang bisa diambil pelajaran dari peristiwa ini.

APA PENYEBAB SITUS ISLAM DIBLOKIR?
            
Jika dilihat dari pemberitaan baik di TV, media cetak, media sosial dan lain-lain, diduga situs-situs tersebut berisi tema-tema yang provokatif, radikal serta mengarah pada tindakan-tindakan terorisme yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.
            
Selain itu, ada beberapa (Menurut BNPT) situs-situs Islam yang diduga mengajak atau seruan untuk bergabung dengan kelompok ISIS yang memang isu ISIS di Indonesia ini lagi panas-panasnya diberitakan dan diperbincangkan baik di TV, media cetak, media sosial, maupun majalah sejak peristiwa hilangnya 16 WNI di Turki yang niatnya untuk jalan-jalan, tetapi menghilang dan bergabung dengan ISIS.
            
Namun, tindakan yang dilakukan oleh BNPT dan Kemenkominfo dinilai sangat tergesah-gesah serta terlalu gegabah . Mengapa? Karena tindakan pemblokiran tersebut dilakukan tanpa melihat isi kontennya terlebih dahulu dan mencap jihad sama sengan tindakan terorisme.
            
Padahal bila mau diteliti lebih dalam, tidak semua situs-situs Islam yang diblokir itu mengarah kepada provokatif, radikal atau tindakan teroris, bahkan beberapa situs menentang tindakan Terorisme dan ISIS yang membuat persatuan NKRI ini terpecah. Contoh seperti situs  dakwatuna.com (milik LKD), hidayatullah.com (milik ormas Hidayatullah), aqlislamiccenter.com (milik Ustadz  Bachtiar Natsir), gemaislam.com (milik ormas Al Irsyad), an-najah.net (milik ormas MMI), dan eramuslim.com. Karena yang disampaikan lebih kepada kemoderatan dan persatuan bangsa, bukan kepada perpecahan. Begitu juga yang berisi tentang jihad. Pertama kita harus tahu dulu pengertian tentang jihad, jihad itu tidak sama dengan teroris, karena pengertian jihad adalah berjuang untuk melakukan kebaikan. Contoh: menuntut ilmu, berbakti kepada kedua orang tua, bahkan menyingkirkan duri di jalanan bisa disebut jihad asalkan niatnya karena Allah. Jadi sangat salah apabila Jihad itu diindentikan dengan perang dan kekerasan.

APAKAH DENGAN DIBLOKIRNYA SITUS ISLAM AKAN MENJADI SOLUSI ATAU BUMERANG?
            
Bila diperhatikan, tujuan BNPT dan Kemenkominfo memblokir situs tersebut untuk mencegah dan menangkal tindak provokatif, radikal dan tindak terorisme yang membuat NKRI ini terancam pecah.
            
Yah, saya sepakat dengan tindakan tersebut. Akan tetapi, tindakan yang dilakukan oleh BNPT dan Kemenkominfo ini tidak sesuai dengan prosedur hukum, Kenapa? jelas… tindakannya seperti yang saya sebut, tergesah-gesah, gegabah dan tidak melakukan mediasi terlebih dahulu kepada institusi yang terkait, terlebih kepada pemilik Situs Islam. Bahkan didalam SOP nya untuk menutup atau memblokir situs-situs apapun itu baik Islam maupun Non-Islam harus ada izin dari Pengadilan, karena itu merupakan prosedur dari Mahkamah Konstitusi.
            
Kalau dilakukan secara sepihak tanpa ada mediasi dan lain sebagainya, bukannya menjadi solusi, tetapi jusru akan menjadi bumerang bagi keutuhan NKRI itu sendiri. Mengapa?.. 1) Orang-orang yang fobia dengan Islam semakin fobia dengan Islam, 2) Merampas Hak seseorang atau media dalam menyampaikan berita seluas-luasnya (bisa dilihat di Undang-undang), 3) Bisa memancing kemarahan Umat Islam Indonesia bahkan Dunia dan pemerintah  dicap sebagai anti Islam. Ini akan menjadi sangat Ironi, dimana rakyatnya yang bermayoritaskan Islam tetapi pemerintahnya malah anti terhadap Islam.

HIKMAH YANG BISA DIAMBIL
            
Dari peristiwa ini, ada sebuah pelajaran dan hikmah yang bisa diambil, apa itu?

->Budayakan Tabbayun.
Ini sangat penting sekali untuk dilakukan, karena budaya ini semakin hari semakin hilang dalam kehidupan masyarakat, jadi wajar apabila ada pihak yang tersakiti. Oleh karena itu, budaya tabbayun harus selalu dibudayakan. Karena,  dengan melakukan tindakan ini tidak ada pihak yang tersakiti atau terdzalimi.
      
->BNPT dan Kemenkominfo harus melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur Hukum.
Tentu jelas, karena BNPT dan Kemenkominfo tidak bisa main blokir dan segala macam tanpa ada SOP, Prosedur dan Izin dari pengadilan serta tanpa mendiasi dari pihak kepolisian, Menteri Agama, MUI atau ormas Islam lainnya, terutama kepada pemilik akun situs Islam.

->Media Islam yang diblokir, malah semakin banyak peminat baca.
Ini betul-betul Subhanallah sekali sekali, karena meski beberapa situs-situs Islam yang diblokir bukannya semakin takut dan cuek, jusru membuat orang-orang menjadi penasaran dan ingin membaca. Bahkan tiga situs Islam seperti Dakwatuna, Hidayatullah dan Eramuslim tambah melejit dibandingkan rata-rata data tiga bulan terakhir sebelum diblokir. Itu Artinya, dibalik makar dan pemblokiran tersimpan hikmah dan keberkahan. Allah SWT pun pasti akan menolong seorang hambanya apabila peduli dengan urusan umat. 

->Pemahaman Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan harus semakin diperkuat, terutama konsep jihad.
Memang ini sangat penting sekali yah, karena kita orang Islam yang tinggal di Indonesia, artinya keduanya (wawasan tentang Islam dan Indonesia) memang harus seimbang, tidak bisa hanya salah satu saja dan jangan menganggap pancasila itu thagut atau ditafsirkan dalam bentuk SPILIS (Sekuleris, Pluralis, Liberalis) karena para pendahulu tidak melakukan seperti itu, bahkan yang diperjuangkan adalah Islam. Bahkan dalam pembukaan UUD disebutkan “Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa…..”. Artinya jelas bahwa pesan Islam disitu sangat kuat. Begitu juga dengan konsep Jihad, maknanya sangat luas, tidak hanya perang, perang dan perang.

RENUNGAN DAN PENUTUP    

Bila kita renungkan dari permasalahan ini, sebenarnya ini merupakan miss komunikasi antara Ulama, Umara dan Umat. Seharusnya ketiganya bisa duduk bareng untuk menyelesaikan permasalahan ini. Karena, ini bukan permasalahan satu atau dua pihak, melainkan semua pihak dan tidak bisa berjalan sendirian.
           
Atau bahkan, ini sebuah konspirasi yang ingin mendiskreditkan Islam agar ajaran-ajaran Islam binasah dari NKRI ini yang selama ini sudah melekat dan menjadi identitas serta jati diri warga Indonesia. Tapi entahlah, apakah cuma miss komunikasikah itu?.... atau ataukah itu merupakan konspirasi?....

Tapi yang jelas, kita sebagai umat Islam harus semakin menguatkan dan memperkokoh barisan kita dan senantiasa berdoa kepada Allah agar NKRI ini tetap bersatu dan berdaulat serta kalimat Tauhid tetap berkumandang di negeri tercinta kita ini.      

Wallahu A’lam Bish Shawwab.