Oleh: Dr. Dinar Dewi Kania (Peneliti CGS & Ketua Bidang Kajian AILA)
Kebahagiaan adalah tujuan akhir dari manusia, begitulah pandangan Aristoteles dalam bukunya Nicomachian Ethics.Oleh karena itu, setiap usaha dan perjuangan manusia pada dasarnya adalah untuk mengejar kebahagiaan. Tak terkecuali perjuangan kaum perempuan Barat yang menuntut kesetaraan dengan kaum laki-laki. Namun dalam perjalanannya, tuntutan para aktivis perempuan Barat semakin radikal. Bagi mereka, kesetaraan hanya akan memberikan kebahagiaan semu, kebebasan atau kemerdekaanlah yang mewujudkan kebahagiaan hakiki. Apakah benar anggapan mereka? Betsey Stevenson (2009) dalam penelitiannya “The Paradox of Declining Female Happiness” menunjukan bahwa meski begitu banyak tuntutan aktivis perempuan Amerika yang terwujud selama 35 tahun ini, tingkat kebahagiaan perempuan justru semakin menurun dibandingkan laki-laki. Padahal pada tahun 1970-an, kebahagiaan perempuan lebih tinggi dari laki-laki.[1] Lalu, apa yang sebenarnya dicari kaum Feminis?
Pada era 1960–an di Amerika terbit sebuah buku yang sangat berpengaruh kepada gerak aktivis perempuan Barat:The Feminine Mystique. Penulisnya, Betty Friedan, merupakan tokoh feminis Liberal. Friedan melihat banyak perempuan yang mengalami krisis eksistensi setelah lahirnya gerakan feminis yang menuntut hak pekerjaan, akses kepada pendidikan tinggi dan hak politik. Ketika semuanya tercapai, perempuan Amerika era 60-an justru kembali meyakini bahwa tempat yang terbaik bagi perempuan adalah rumah. Namun keinginan perempuan Amerika untuk back to family menurut Friedan justru menghasilkan krisis lainnya, yakni krisis identitas atau krisis eksistensi di kalangan perempuan Amerika.
Friedan mempopulerkan suatu istilah “the problem that has no name”, untuk menggambarkan ketidakbahagiaan perempuan-perempuan Amerika pada era 1950 dan 1960 padahal mereka memiliki kenyamanan materi, menikah, dan memiliki anak. Friedan mengklaim bahwa kehidupan di rumah saja tidak dapat memuaskan kaum perempuan akan kebutuhan eksistensi. Banyak wanita pada saat itu frustasi dengan kehidupan mereka yang berkisar antara rumah, suami, dan anak.
“Just what was this problem that has no name? What were the words women used when they tried to express it? Sometimes a woman would say "I feel empty somehow ... incomplete."[2]
Menurut Friedan, semua ini terjadi karena adanya peran feminin (Feminine role). Peran feminin adalah peran perempuan yang hakiki, sebagai istri dan ibu. Perempuan feminin tidak menginginkan karir, tidak menginginkan pendidikan yang lebih tinggi, tidak memerlukan hak-hak politik, seperti yang diperjuangkan feminis pendahulunya (old fashioned feminist). Friedan mengkritik Freud yang menganggap peran feminin sebagai takdir perempuan. Friedan menegaskan bahwa jika perempuan tidak memiliki pencapaian individual (berupa karir atau pekerjaan) tidak mengetahui identitas dirinya, maka perempuan akan tetap dalam kondisi tidak bahagia. [3]
Pandangan Friedan dan para aktivis feminis sebenarnya memperlihatkan kebingungan perempuan Barat atas konsep kebebasan dan kebahagiaan. Dulu perempuan Barat termarjinalisasi selama ribuan tahun. Kemudian pada abad ke-20 mereka berhasil mendapatkan hak-hak publiknya. Setelah mendapatkan hak publiknya, banyak dari perempuan Barat yang ingin kembali ke rumah. Namun setelah kembali ke rumah mereka tetap merasa hampa dalam kehidupannya dan pada akhirnya berhadapan dengan krisis eksistensi. Kondisi tersebut tidak akan pernah berubah selama pandangan hidup perempuan Barat masih sekuler dan materialistis.
Dalam pandangan Islam, manusia—baik laki-laki ataupun perempuan—bukan semata-mata entitas fisis, namun merupakan makhluk spiritual yang bersifat metafisis. Krisis eksistensi pada diri manusia akan terjadi apabila manusia berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam diri manusia tanpa bimbingan wahyu. Termasuk pertanyaan para feminis “kebebasan seperti apa yang bisa mendatangkan kebahagiaan bagi perempuan?”
Kebebasan tanpa moralitas dan agama adalah jurang kesengsaraan. Kebebasan yang membawa kepada keburukan bukanlah sebuah pilihan karena kebebasan sejati terkait dengan tindakan yang sesuai dengan fitrah manusia. Tindakan bebas diartikan sebagai tindakan memilih yang terbaik, maka, agar manusia dapat memilih yang terbaik, ia harus memiliki pengetahuan tentang baik dan buruk. Memilih sesuatu yang lebih buruk tidak mencerminkan kebebasan karena semua itu bersumber dari kebodohan dan dorongan hawa nafsu yang mengarahkan kepada sifat-sifat tercela.[4]
Ketidakbahagiaan perempuan bukan berasal dari Feminine role (peran dosmestik sebagai istri dan ibu) sebagaimana propaganda Feminisme Liberal. Bukan pula karena tidak adanya kebebasan atau kemerdekaan seksual seperti anggapan Feminis Radikal. Ketidakbahagiaan tersebut disebabkan banyaknya perempuan yang tidak lagi hidup dalam kebajikan. Menurut Imam al-Ghazali, kebajikan terkait dengan ilmu dan amal shaleh. Ilmu merupakan jalan bagi manusia mencapai kebahagiaan di dunia dan sekaligus di akhirat. [5] Ilmu yang benar adalah ilmu yang mendekatkan manusia kepada Allah SWT dan memberikan petunjuk kepada kebenaran. Feminisme memproklamasikan diri sebagai paham dan gerakan yang memusuhi agama, jadi mungkinkah feminisme mampu menunjuki jalan kebahagiaan?
Kebebasan hakiki adalah ketika hati manusia bebas dari ikatan dan ambisi duniawi. Sedangkan kebahagiaan sejati hanya didapat ketika jiwa mengenal Allah SWT dan aturan-aturan-Nya melalui jalan ilmu. Oleh karena itu, jadilah perempuan paling bahagia dengan ilmu yang benar. Jangan sampai kekecewaan terhadap dunia membutakan akal dan kalbu sehingga tunduk pada isme - isme yang menyesatkan. Boleh saja Betty Friedan mengatakan, problem eksistensi yang dialami perempuan Barat adalah problem yang tidak memiliki nama. Namun sebagai perempuan muslim, kita harus berani mengkritisi pemikiran kaum feminis dan mengatakan : “ The problem has a name, Ma’am. It is a crisis of knowledge … a crisis of Iman.”
Depok, 12 Maret 2016
thisisgender.com/the-problem-has-a-name
Sabtu, 19 Maret 2016
Sabtu, 10 Oktober 2015
Pesan dan Nasehat oleh kH. DR. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A., M.Phill dalam acara Pekan Perkenalan Khutbatul-Arsy di Pondok Modern Gontor Darul Qiyam Kampus 6 Magelang
Pendidikan di gontor itu tidak selalu pendidikan yang
ber-intelektualistis, bukan berarti pelajaran itu tidak penting, tetapi
pelajaran yang diberikan di Gontor kepada kalian adalah pelajaran hidup, hidup
di masyarakat bukan hanya untuk memberikan apa yang kalian dapatkan di dalam
kelas, kalau anda pergi ke masyarakat anda pasti disuruh bekerja, pasti disuruh
berbicara, pasti dilihat sopan santunnya.
Ada orang yang berhasil bukan karena pintar, tetapi karena
dia baik, dan menjadi orang baik itu tidak mudah, orang menghargai seseorang
karena dia bekerja keras, tidak mudah, tapi dia kerja keras, didikan pondok
modern gontor itu bisa menjadi macam-macam, bisa menjadi professor, bisa
menjadi dokter, bisa menjadi pegawai negeri, bisa menjadi guru, menjadi kyai,
bisa menjadi pekerja yang professional, ilmunya hanya dari gontor, mentalnya
dari gontor, ilmu itu bisa dapat dari mana saja, maka dari itu janganlah kamu
segan-segan bermimpi, tidak mustahil ada dari anda ini yang akan menjadi
presiden, menteri, duta besar, dan pengusaha yang suskses.
Di gontor tidak ada didikan untuk menjadi menteri, atau duta
besar, yang ada adalah pendidikan mental untuk menjadi orang baik, kalau anda
tidak bisa menjadi orang yang berilmu dan berpengetahuan luas, maka jadilah
orang yang berbudi tinggi, ini sudah cukup untuk jadi bekal kalian untuk hidup
di masyarakat, kalau tidak bisa jadi orang baik, jadilah orang pintar, kalau
tidak bisa menjadi orang yang berilmu pengetahuan luas, jadilah pengusaha yang
tinggi dan suskes, tetapi yang banyak sedekah dan zakatnya. Disimpulkan menjadi
3 hal : 1.Jadilah orang yang berbudi tinggi dan berakhlakul karimah. 2.jadilah
orang yang berpengetahuan luas. 3.jadilah orang yang berpenghasilan tinggi dan
banyak sedekahnya.
Khoirunnaasi anfa’uhum
linnaasi, yang dimanfaatkan apanya? Kalau tidak ilmunya, ya berarti tenaganya,
uang yang dimanfaatkan, sekarang banyak sekali orang yang kaya di Indonesia ini
yang hartanya tidak bisa dimanfaatkan untuk umat islam, ini adalah harta yang
tidak manfaat, zakatnya itu bisa miliaran, tetapi kemana? Inilah pendidikan di
pondok modern gontor, berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan
berpikiran bebas. Berpikiran bebas di sini bukan sebebas-bebasnya, berpikiran
bebas itu kreatif, orang yang berpengetahuan luas pasti dia memiliki
kreatifitas yang tinggi, kalau ilmu anda adalah ilmu agama, berpengetahuan luas
dalam bidang agama, maka berpikiran bebas artinya adalah “ber-ijtihad”,
menjadi mujtahid, maka kelas 5 dan 6 anda membaca buku bidayatul-mujtahid, itu
artinya anda belajar menjadi mujtahid tetapi belum boleh menjadi mujtahid, baru
kelas 5 dan 6 ilmunya masih sedikit, jangan sok berpikiran bebas, anda belum
tahu bagaimana membedakan mana pendapat-pendapat yang benar dan mana
pendapat-pendpat yang salah, itu namanya “muqaranatul-madzahib”.
Kenapa anak-anak di sini ditaruh di magelang ketika setelah
yudisium capel, anda harus tahu hikmahnya, mungkin kalau anda ditaruh di gontor
pusat bisa saja anda tidak kerasan, karena di gontor jumlahnya 4.500, bisa saja
mental anda tidak kuat, bisa jadi anda tidak naik kelas di sana, hikmahnya di
sini juga banyak sekali, ini tempat begitu sangat indanhnya, air di sini
mengalir setiap saat, di gontor itu bunyi air sulit didengar, anda harus
bersyukur berada di sini, dan tempat yang seperti ini adalah tempat yang sangat
bagus untuk menggembleng mental, hanya orang yang bekerja dengan susah payahlah
maka dia bisa berhasil, apa ada orang yang malas-malasan bisa jadi
presiden/sukses? Tidak ada.
Ada istilah di gontor “Ke
Gontor Apa Yang Kau Cari?” tetapi yang
lebih penting lagi sebenarnya adalah “Bagaimana
Engkau Mencari?”. Di sini
kehidupan itu diatur oleh jiwa yang 5, Keikhlasan (guru-gurunya ikhlas, maka
muridnya pun ikhlas), tidak ada yang dibayar, dan dengan keikhlasan itu
barokahnya pasti besar, Sederhana, hidup kita seperti ini sederhana, jangan
bermewah-mewah, orang yang bermewah-mewah itu tidak akan jadi/berhasil,
Berdikari/Kemandirian, artinya kita tidak perlu bantuan orang lain, tidak perlu
dukungan orang lain, bahkan kalian sendiri hidup di dalam asrama itu mandiri,
Ukhuwah Islamiyah, di sini berkelahi itu dosa besar, karena tidak menghargai
persaudaraan atau ukhuwah islamiyah, Kebebasan, bebas di sini artinya bebas
tidak dibawah ormas apapun, tidak dibawah partai apapun, kebebasan bukan
berarti anda bebas melakukan apa saja, harus bisa memahami arti berpikiran
bebas dengan kebebasan. Itulah jiwa yang menghidupi pondok ini.
Ada yang berkata “masa
kita hidup di pondok modern, tetapi tidurnya di bawah, kegiatannya bikin capek
dan gak ada waktu istirahat.” Sekarang
bandingkan, kalau anda sekolah di luar (SMP,SMA), anda itu punya banyak waktu
kosong, berangkat sekolah jam 5 pagi dan sampai sekolah jam 7, nanti selesai
jam 2/3, kemudian pulang ke rumah sampe jam 5/6, waktu anda habis, belum nanti
waktu digunakan untuk main-main dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar
syariat dll, isinya itu tidak ada, oleh karena itu suasana yang seperti ini (di
gontor) seharusnya itu menjadikan mental anda kuat, artinya anda tahan cobaan,
tahan godaan, tahan kelelahan. Kalau anda bisa bertahan atas segala kesulitan
ini maka anda akan sukses. Isya Allah. Maka dari itu semuanya yang terpenting
adalah mental anda dan kesungguhan anda dalam belajar.
Untuk mahasiswa UNIDA (guru-guru), tempat anda memang di
kampus magelang, akan tetapi universitas anda adalah universitas yang berkualitas
Internasional. UNIDA ini sudah memiliki MOU (Memorandum Of Understanding) di 40
universitas ternama di dalam dan di luar negeri. Kalau anda berprestasi, perlu
anda ketahui, sekarang ini yang namanya beasiswa itu mencari orang pintar,
siapa saja yang memiliki nilai yang bagus, maka anda akan DICARI, maka dari itu
di sini anda belajar bersungguh-sungguh selain anda menjadi guru, tidak ada
orang yang bisa memaksa kalian kecuali diri anda sendiri, tidak ada disiplin
anda harus belajar jam sekian sampai jam sekian kecuali anda sendiri, tidak ada
yang memaksa anda kuliah, silahkan anda tinggalkan kuliah, gak kuliah sama
sekali, akibatnya nanti akan anda rasakan sendiri.
Bagi mahasiswa yang tidak mau kuliah dan malas kuliah,
BERHENTI KULIAH, malas jadi guru, BERHENTI JADI GURU, sekarang pertanyaannya
kalau anda tidak doyan ilmu, tidak doyan belajar, maka alternative yang bisa
anda lakukan adalah mencari harta, kalau tidak cari ilmu, maka cari duit,
surganya orang yang alim dengan surganya orang yang kaya itu SAMA,التاجر الصدوق
في الجنة مع الشهداء والتابعين (pengusaha yang jujur itu tempatnya di surga
bersama para syuhada dan tabi’in), kalau
anda tidak bisa menjadi seorang yang alim, jadilah orang yang Tajir, kalau anda
tidak bisa dua-duanya, maka anda bukan orang yang bermanfaat untuk orang lain.
Seriuslah dan sungguh-sungguhlah ketika di S1, kalau anda di
S1 betul-betul berprestasi, maka ketiaka S2 ringan, bisa kemana saja, semakin
tinggi tingkat pendidikan itu sebenarnya semakin ringan, kalau semakin rendah, maka
semakin berat dan dibutuhkan kesungguhan, di KMI perlu kesungguhan, mental
dididik, kerja keras dididik, hafalan dididik. Di perguruan tinggi itu
dibutuhkan ketekunan, tekun belajar, S2 dan S3 tidak membutuhkan orang-orang
yang brilian, yang diperlukan hanya orang-orang yang tekun, belajarlah “berdarah-darah” betul-betul anda sekarang ini
tidak ada waktu untuk rileks, ada cerita yang namanya Ulat itu sebelum jadi
Kupu-kupu, dia diproses dulu jadi Kepompong, kepompong itu adalah sebuah
bulatan, ternyata ketika berproses menjadi kupu-kupu itu, ulat yang di dalam
kepompong itu berusaha dengan sekuat tenaga untuk keluar dari kepompong, begitu
dia bisa keluar, dia akan menjadi kupu-kupu yang sehat, dan bertahan hidup
lama. Suatu ketika ada orang yang ingin membantu membukakan kepompong itu,
disobek dan keluarlah kupu-kupu, ternyata setelah diamati, kupu-kupu yang
dibantu tersebut umurnya tidak panjang. Berarti orang yang bisa “survive” hidup itu apabila ketika masa mudanya dia bekerja
keras, kerja sekeras-kerasnya, nanti pada waktu tua, dia akan menikmati kerja
keras yang dia kerjakan di waktu muda tersebut. Maka siapkah anda bekerja
keras? Siapkah anda bekerja keras? Semoga 10-20-30 tahun lagi anda akan siap
berjuang menjadi tokoh-tokoh masyarakat. Aaaminnnn…..
Dikutip dari ceramah Kuliah Umum Babak I dalam acara Pekan
Perkenalan Khutbatul-Arsy di Pondok Modern Gontor Darul Qiyam Kampus 6
Magelang, Bulan September 2015.
Jumat, 09 Oktober 2015
Resume Film 3 (Alif, Lam dan Mim. Sosok tiga sahabat yang Idealis)
Dalam tulisan kali ini, saya akan sedikit menshare film 3, film ini bagi orang-orang kurang menarik dan segala macam alasan. Tapi, bagi saya film ini jusru sangat bagus bahkan menjadi rekomendasi bagi kita, tentunya yang terjun sebagai Aktivis Mahasiswa maupun Aktivis Dakwah apapun itu begronnya. Apa saja sih point-point resume yang saya buat kali ini?.... Yuk kita simak baik-baik.
Wallahu A’lam Bish Shawwab
->Muhammad Iqbal Nur Hakim/Mas Ibay
-Aktivis KAMMI
-Ketua Divisi Mentoring di Kampus Peduli Se-Bandung Raya
-Penanggung Jawab Perkuliahan Pandangan Alam Islam dan Kajian di Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan (PIMPIN) Bandung
-Guru Mat.pel. IPS & PPK/PKn dan Wakasek Bag Humas di MDA Maqdis/MTs
1. Dalam Prolog film Ini, diawali
dengan ledakan sebuah kafe di Jakarta oleh sekelompok ekstrimis atas nama agama
dan tak lain agama tersebut adalah Islam sebagai pelakunya, tahun demi tahun
dilewati dan media-media menyiarkan bahwa faktor agama-lah yang telah membuat
kerusakan dan kekacauan di negeri Indonesia. Dan ada seorang yang diwawancara
lewat berita yang mengatakan: “Apabila saya menjadi pemimpin, maka saya akan
memberangus semua kejahatan-kejahatan terutama yang berbau agama dan akan
menciptakan perdamaian dan kebebasan”.
2. Pada tahun 2036, Indonesia
telah resmi menjadi negara Liberal, HAM sangat dijunjung tinggi & agama
dituduh sebagai perusak, seluruh tempat ibadah terutama mushola & masjid
sudah menjadi gudang, tidak ada penggunaan sejata api karena dianggap sebagai
pelanggaran HAM dan sebagai gantinya maka diganti dengan senjata plastik dan
ilmu bela diri sangat digunakan pada saat itu baik para penegak hukum maupun para
pelanggar hukum.
3. Swkarang side ini menceritakan
tentang Alif yang dimana dia seorang polisi yang sangat idealis & ambisius
dalam menegakan kebenaran dan melawan ketidakadilan. Lalu Lam, dia seorang
juralis yang sama idealisnya dgn Alif, selain Idealis, dia sangat suka menulis berita
apapun itu yang sesuai dengan hati nurani dan kebenaran. Selanjutnya Mim, dia
seorang ustadz di pesantren Al-Ikhlas yg dipandang baik dan memiliki idealis
yang tinggi sama dengan Alim dan Lam. Tetapi, idealis yang digunakan sebagai
seorang pemuka agama Islam dan menolong agama Islam.
4. Sebelumnya, Alif, Lam dan
Mim adalah sahabat baik dan dekat dalam setiap kegiatan baik dalam ilmu bela
diri maupun Ilmu agama dipesantren Al-Ikhas, tetapi semenjak perguruan bela diri
diseger garis polisi karena dianggap menyebarkan ajaran radikal maka akhirnya mereka bertiga
memilih jalan masing-masing dalam menegakan kebenaran. Alif memilih menjadi
seorang polisi untuk menegakan kebenaran dan keadilan, Lam memilih sebagai
penulis terkenal dan menjadi seorang jurnalis untuk memberitakan kebenaran, dan
Mim memilih hidup dan mati sebagai khusnul khotimah yang akhirnya menjadi
seorang pemuka Agama Islam dan menetap di Pesantren Al-Ikhlas.
5. Alif yang diskors dari
tugasnya karena telah dianggap membunuh tersangka akhirnya janjian menemuin
Laras, mantan kekasihnya. Lalu setiba disana kafe tersebut dibom oleh orang tak
dikenal dan laras dianggap telah mati, lalu Lam yang berusaha mencari
kejanggalan-kejanggalan dibalik pengebomban kafe dibungkam oleh atasannya untuk
pergi ke suatu tempat kalau tidak, akan dipecat. Mim berusaha menghentikan para
polisi agar kembali pulang karena tidak ada kecurigaan. Namun, karena keras
kepala maka Mim terpaksa memberikan pelajaran kepada para polisi. Bukti semakin
mengarah ke Pesantren Al-Ikhlas, dimana Alif dan Mim harus saling berhadapan satu sama
lain yang akhirnya Kiyai yang tidak bersalah bersedia dibawa oleh para polisi
dan berpesan kepada Mim “Rapatkan Shaff (Barisan)”. Lalu keesokan harinya Alif
dan Lam bertemu dan memberikan bukti yang sebenarnya bahwa pelaku pengeboman
bukan dari Pesantren. Karena ketika Lam, mau pulang diserang oleh seorang tak
dikenal yang tak lain adalah Laras yang selamat dari pengeboman. Oleh karena
itu, Alif dan Lam mencari bukti tetapi ketika sedang mencari bukti Lam diserang
oleh sekelompok tak dikenal dan mengarah kepada keluarganya, meski isteri Lam
meninggal tetapi anaknya selamat dan menyuruh Alif untuk membawa ke Pesanteran
Al-Ikhlas, tempat dimana Mim tinggal dan perawatan yang bisa dipercaya.
5. Awalnya mereka bertiga
saling bermusuhan karena sama-sama mempertahankan idealisme masing-masing, sama-sama
memperjuangkan kebenaran, dan sama-sama melindungi apa yang harus dilindungi.
Namun, pada akhirnya, mereka sadar bahwa ternyata mereka di adu domba oleh orang-orang
yang tak bertanggug jawab dan sama-sama mengetahui rencana jahat untuk menghancurkan
pesanteran sebagai tugas terakhir mereka. Maka pada akhirnya mereka bersatu kembali
untuk mencari semua bukti yang benar dan sama-sama membebaskan kiayi dari segala tuduhan yang tidak benar terlebih kiayi tersebut adalah guru agama mereka
bertiga.
6. Akhirnya Alif, Lam dan Mim
membagi tugas mereka. Alif pergi menemui kolonel atas rencana jahatnya karena
telah meledakan kafe, Lam menjaga pesantren, melacak semua kegiatan lewat
jaringan media online dan menghentikan yg memata-matai pensantren dan Mim menemani
kiyai di persidangan. Namun semua terlambat, karena Alif diracun oleh kolonel
melalui minuman, Lam terlambat menghentikan bom setelah bertarung dengan kedua mata-mata
dari kepolisian yang tak lain adalah pembunuh isterinya dan Mim dan Kiayi
terkena ledakan bom bunuh diri. Meski begitu keempatnya selamat, Alif bertarung
melawan pasukan kolonel dibantu Laras setelah itu memberi anti biotik ke Alif
agar racun tidak menyebar, Lam dan Mim harus bertarung dengan guru silatnya
sendiri karena memilih jalan yang salah dan berhasil mengalahkannya, Alif
sendiri berhasil membunuh kaki tangan kolonel yang jahat. Namun, Alif mengambil hp/gadget milik kaki tanggan kolonel yang masih aktif dan mengatakan kepada seseorang tersebut "Aku akan mencarimu", lalu dibalas olehnya "Permainan belum selesai, ini baru permulaan. Permainan sesungguhnya baru akan dimulai".
7. Dari film tersebut, memang
awal-awalnya menyindir Islam, tetapi setelah ditonton baik-baik dan sampai
tuntas. Banyak sekali pesan-pesan Islam didalamnya. Diantaranya yaitu, rapatkan
shaf barisan. Ini menandakan bahwa Umat Islam harus bersatu agar sama-sama memecahkan
permasalahan yang ada dan agar Islam menang serta tegak. Apabila Umat Islam
tidak bersatu maka sangat gampang sekali untuk di adu domba oleh pihak yang
ingin menghancurkan islam. Sebagaimana Firman Allah SWT berbunyi:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti
suatu bangunan yang tersusun kokoh”.
(Q.S. As-Shaff: 4).
8. Bila saya perhatikan
seksama, film ini merupakan gambaran Indonesia kedepan. Yah, kita ga usah
jauh-jauhlah. Kita lihat hari ini, banyak sekali diantara umat Islam Indonesia
ibadah-ibadah sunnah sudah dianggap asing oleh kita sendiri, ini baru sunnah
loh, belum yang lain. Kebayang kalau Ibadah Sholat sudah dianggap asing, Puasa
Ramdhan, Zakat dan Haji sudah dianggap asing yang seperti dalam film diatas,
apa yang akan terjadi?..... kita tak bisa membayangkannya. Sedangkan sholat
adalah tiangnya agama, kalau ibadah seperti sholat dianggap asing?.... maka bisa dipastikan kondisinya sama seperti yang ada pada film tersebut. Namun memang, inilah yang disabdakan oleh
baginda besar kita, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Islam dimulai dalam keadaan asing dan
akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang
yang asing” (HR Muslim).
Inilah yang dimaksud generasi
Ghurabah (generasi yang terasing), seperti yang ada pada film tersebut. Dimana
Ibadah Wajib seperti Sholat sudah dianggap asing bahkan dianggap sebagai
tindakan radikal dan masjid-masjid jadi gudang, dan yang baik dianggap salah
dan salah dianggap baik. Dan mereka betiga (Alif Lam dan Mim) yang berjuang
untuk menegakan kebenaran dan tempat yang aman hanya di daerah Pesantren
Al-Ikhlas. Bahkan bisa jadi bila ajaran Liberal, Sekuler dan Plural termasuk
dengan ajaran-ajaran sesat lainnya berhasil menang dinegeri kita ini, nasibnya
mungkin ga jauh beda dari film diatas. Bahkan lebih parah dari itu. Terlebih orang-orang Kristen, Syi'ah dan ajarah-ajaran sesat lainnya sudah mulai berani terang-terangan melawan orang-orang Islam.
Semoga dalam film tersebut kita bisa mengambil hikmahnya, karena saya pribadi film ini sangat bagus dan perlu ditonton terlebih sebagai aktivis dakwah baik dari kalangan mahasiswa maupun ormas serta kita sebagai seorang Muslim tetap merapatkan barisan (bersatu) dalam menghadapi berbagai macam permasalahan.
Semoga dalam film tersebut kita bisa mengambil hikmahnya, karena saya pribadi film ini sangat bagus dan perlu ditonton terlebih sebagai aktivis dakwah baik dari kalangan mahasiswa maupun ormas serta kita sebagai seorang Muslim tetap merapatkan barisan (bersatu) dalam menghadapi berbagai macam permasalahan.
->Muhammad Iqbal Nur Hakim/Mas Ibay
-Aktivis KAMMI
-Ketua Divisi Mentoring di Kampus Peduli Se-Bandung Raya
-Penanggung Jawab Perkuliahan Pandangan Alam Islam dan Kajian di Institut Pemikiran Islam dan Pembangunan Insan (PIMPIN) Bandung
-Guru Mat.pel. IPS & PPK/PKn dan Wakasek Bag Humas di MDA Maqdis/MTs
Kamis, 03 September 2015
Resume Film Jenderal Soedirman.
Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin sedikit berbagi dari film yang saya tonton kemaren. Film ini tak lain adalah Film sosok Jendral yang sangat terkenal dan sosoknya sangat karismatik baik dikalangan atas maupun bawah, tentunya dari militer kita sendiri. Seperti apakah kisahnya?....
Saya mencoba menulis/meresrum dari apa yang ditonton. Yuk, kita simak bersama.
1. Dalam prolog, dimulai dari pemilihan jenderal antara Urip
dan Soedirman. Setelah pemilihan selesai, Soedirman akhirnya diangkat jadi
jenderal. Akan tetap ada seorang perwira yg teriak bhw perhitungan suara bpk slsy
krn ada 6 mandat n semua spkt akhirnya memilih Soedirman sebagai jenderal.
2. Tan Malaka begitu ambisi untuk menguasai pemerintahan,
meminta bantuan ke soedirman untuk sama2 Berjuang, tetapi krn pemikiran Tan Malaka sgt keras n radikal, apalagi Soedirman seorang militer akhirnya Soedirman
memutuskan tidak mengikuti saran tan malaka.
3. Film dimulai saat ibu kota republik dalam keadaan Damai.
Namun, pada tanggal 19 bulan Desember Tahun 1948, Belanda membatalkan perundingan Renville
scr sepihak n mulai melakukan agresi militer belanda ke 2 yg target serangan adalah
Ibu Kota Republik, yaitu Yogyakarta melalui lapangan maguo (skrg adi sucipto)
4. Kondisi sprt ini, Pemerintah melakukan rapat mendadak dan Jenderal Soedirman berusaha menemui presiden utk menemui Hasilnya. Setelah
menunggu lama akhirnya pemerintah tidak ada pilihan utk membentuk pemerintah
darurat di sumatera bila Ibu Kota Republik jatuh ke tangan Belanda, dgn catatan Presiden Soekarno ttp di Yogya dan Jenderal Soedirman bergeriliya. Sblm brkt Soekarno berpesan kpd Jenderal Soedirman agar jadikan perang geriliya sbg
perang semesta. Disinilah perang geriliya Jenderal Soedirman dimulai.
5. Betapa kagetnya Jenderal Soedirman mendengar kabar ketika Presiden Soekarno n wakilnya Moh. Hatta beserta menterinya ditahan Selanda,
tetapi perang geriliya harus tetap dilaksanakan. Dengan kondisi yg sdg sakit
parah jenderal soedirman tetap memimpin perang dgn tandu.
6. Jenderal soedirman, menunjuk seorang mata2 utk melihat
pergerakan belanda, hasilnya belanda sdh mulai mendekat, krnny jenderal
soedirman berserta pasukannya bergerak. Ketika malam hari pasukan jenderal
soedirman dikepung oleh bataleon 102, betapa kagetnya batalion 102 ketika yg
dikepung adalah Jenderal Soedirman. Akhirnya batalion 102 memberi jalan Jenderal Soedirman berserta pasukan nya.
7. Ketika sampai di kediri, ternyata kota kediri dikuasai
oleh tentara komunis yg dimana mereka smua bekas pelarian dari pemberontkan PKI di madiun. Dan disana tan malaka medeklaraikan diri membentuk pemerintahan
sendiri. Ketika kediri diserang belanda melalui serangan udara, tentara PKI melintas
dan memburu Jenderal Soedirman. Namun, dgn kecerdikan tentara soedirman, akhirnya Jenderal Soedirman akhirnya selamat.
8. Meski dlm kondisi geriliya, Jenderal Soedirman
mengungumkan via radio kpd seluruh tentara yg Indonesia yg tersebar dan ikut bergeriliya agar tetap semangat melawan penjajahan Belanda.
9. Pasukan Belanda tak henti2 nya memburu Jenderal Soedirman
beserta pasukannya, namun pasukan Indonesia tetap menyerang post2 penting
pertahanan belanda dan menghambat gerakan belanda.
10. Disini saya sempat meneteskan air mata, ketika Jenderal Soedirman bersama pasukannya sudah berada pd titik keputusasaan ketika Belanda memiliki
senjata lengkap dan sejata pasukan Jenderal Soedirman hanya seadanya dan hanya pada
Allah-lah Jenderal Soedirman bersama Pasukannya cuma bisa berserah diri dan
mempersilahkan siapa saja yg ingin kembali. Tapi Pasukan Jenderal Soedirman tetap
setia akan menemani ikut berjuang melawan Belanda sampai mati.
11. Ketika Jenderal Soedirman bersama Pasukannya dikepung tentara Belanda, Jenderal Soedirman bersama pasukannya menyamar, berkat pertolongan Allah, Jenderal Soedirman bersama pasukan nya akhrinya selamat.
12. Jalan demi jalan ditapaki, desa demi desa dilewati demi
menghindari sergapan Pasukan Belanda, akhirnya Sampailah Jenderal Soedirman bersama Pasukannya disebuah desa yg dimana akan jadi markas untuk melakukan serangan
umum dan mengirim Surat ke Sri Sultan Hamengkubuono IX untuk memohon izin.
13. Serangan Umum telah membalikan keadaan bangsa Indonesia
n tentara Indonesia baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga Belanda dan pasukannya tidak sanggup lagi untuk melawan pasukan Indonesia.
14. Pasca serangan umum dan diadakan Perundingan Roem-Royen
dgn isinya pihak pasuka Belanda n pihak pasukan Indonesia harus menghentikan serangan/gencatan
Senjata, hal ini membuat Jenderal Soedirman menjadi sangat marah ketika
pemerintah Indonesia berunding dgn belanda lagi krn dianggap sama saja
menyerahkan Indonesia pada Belanda, itu sebabnya Jenderal Soedirman ttp tdk
mempercayai perundingan dan tetap melanjutkan tugas sebagai tentara meskipun
sudah kembali ke Ibu Kota.
15. Dalam film yang saya tonton ini sudah bagus dan patut untuk
kita tonton bersama, cuma yang menjadi catatan dalam film ini tidak menayangkan
serangan umum utk merebut kembali Ibu Kota Republik dari Belanda, meski bukan Jenderal Soedirman sendir yang mimpin, tapi harus ditayangkan karena serangan
umum 1 maret 1949 adalah hari yg sgt bersejarah dan menjadi titik awal
kebangkitan Indonesia n menangkat martabat bangsa Indonesia dan tentara Indonesia
dimata dunia, meski pada saat serangan umum dipimpin oleh Letkol Soeharto.
16. Penutup, dalam pentempuran secara geriliya, boleh jadi
sudah tidak dikenal lagi oleh generasi muda sekarang. Namun sejarah telah mencatat
bahwa, takhtik perang geriliya jenderal soedirman adalah tahtik perang terbaik
dan diakui dunia sebagai strategi yg sangat tangguh. Semoga kita semua terutama
genersi muda senantiasa mencintai dan mempelajari sejarah, karena bangsa yang
besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawan dan mengenali sejarahnya.
Wallahu A'lam bish Shawwab
Itu saja resume yang bisa saya sampaikan dari film yang saya tonton, mohon maaf apabila ada kesalahan dari berbagi resume ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin
Mudah-mudahkan negeri kita bisa menampilkan film-film yang berkualitas seperti film-film sejarah seperti ini. Karena negeri kita sanagat kurang sekali film-film yang bersifat edukatif terutama film-film yang bersifat sejarah bangsa kita sendiri.
Muhammad Iqbal Nur Hakim/Mas Ibay
Aktivis KAMMI
Ketua Divisi Pull House Kampus Peduli
Penanggung Jawab Kuliah Pandangan Alam Islam/Islamic Worldview dan kajian PIMPIN Bandung
Guru MDA Maqdis Mat.Pel. Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan dan IPS Kelas VII, VIII & IX
Sabtu, 04 April 2015
Hikmah dibalik Pemblokiran Situs Islam
PENDAHULUAN
Dipenghujung bulan Maret 2015 atau menjelang bulan April, umat Islam
Indonesia dikejutkan dengan berita pemblokiran situs-situs Islam, pemblokiran
tersebut dilakukan secara sepihak oleh pihak BNPT (Badan Nasional
Penanggulangan Terorisme) dan kementrian kominfo tanpa konfirmasi terlebih
dahulu oleh pihak Kepolisian, Mentri Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta
ormas-ormas Islam lainnya, terutama yang bagi pemilik akun situs tersebut.
Ada 19 atau
bahkan 22 situs yang diblokir oleh pihak BNPT dan Kemenkominfo yang dilakukan
secara sepihak diantaranya yaitu Situs:
1. arrahmah.com, 2. voa-islam.com, 3. ghur4ba.blogspot.com, 4.
panjimas.com, 5. thoriquna.com, 6. dakwatuna.com, 7. kafilahmujahid.com, 8.
an-najah.net, 9. muslimdaily.net, 10. hidayatullah.com, 11. salam-online.com, 12.
aqlislamiccenter.com, 13. kiblat.net, 14. dakwahmedia.com, 15. muqawamah.com, 16.
lasdipo.com, 17. gemaislam.com, 18. eramuslim.com, 19. daulahislam.com, 20.
shoutussalam.com, 21. azzammedia.com dan 22.
indonesiasupportislamicatate.blogspot.com.
Jadi wajar, tindakan secara sepihak itu membuat pemilik akun dan orang
Islam di Indonesia menjadi sangat marah
dan sampai-sampai membuat hastag #KembalikanSitusIslam dan langsung menggema
dijejaring sosial khususnya twitter. Bahkan menjadi tranding topik Se-Indonesia
bahkan sampai mendunia.
Dalam
Tulisan saya kali ini, saya dibantu oleh teman saya (Angga Ervan Elvian)
sebagai editor mencoba membuat tulisan berjudul “Hikmah dibalik Pemblokiran Situs
Islam”. Karena banyak sekali situs-situs yang menulis terkait masalah
pemblokiran, tetapi sedikit sekali yang membahas apa sih yang bisa diambil
pelajaran dari peristiwa ini.
APA PENYEBAB SITUS
ISLAM DIBLOKIR?
Jika dilihat dari pemberitaan baik di TV, media cetak, media sosial dan
lain-lain, diduga situs-situs tersebut berisi tema-tema yang provokatif,
radikal serta mengarah pada tindakan-tindakan terorisme yang mengancam keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.
Selain itu,
ada beberapa (Menurut BNPT) situs-situs Islam yang diduga mengajak atau seruan
untuk bergabung dengan kelompok ISIS yang memang isu ISIS di Indonesia ini lagi
panas-panasnya diberitakan dan diperbincangkan baik di TV, media cetak, media sosial,
maupun majalah sejak peristiwa hilangnya 16 WNI di Turki yang niatnya untuk jalan-jalan,
tetapi menghilang dan bergabung dengan ISIS.
Namun, tindakan
yang dilakukan oleh BNPT dan Kemenkominfo dinilai sangat tergesah-gesah serta
terlalu gegabah . Mengapa? Karena tindakan pemblokiran tersebut dilakukan tanpa
melihat isi kontennya terlebih dahulu dan mencap jihad sama sengan tindakan
terorisme.
Padahal bila
mau diteliti lebih dalam, tidak semua situs-situs Islam yang diblokir itu
mengarah kepada provokatif, radikal atau tindakan teroris, bahkan beberapa
situs menentang tindakan Terorisme dan ISIS yang membuat persatuan NKRI ini
terpecah. Contoh seperti situs dakwatuna.com
(milik LKD), hidayatullah.com (milik ormas Hidayatullah), aqlislamiccenter.com
(milik Ustadz Bachtiar Natsir),
gemaislam.com (milik ormas Al Irsyad), an-najah.net (milik ormas MMI), dan
eramuslim.com. Karena yang disampaikan lebih kepada kemoderatan dan persatuan
bangsa, bukan kepada perpecahan. Begitu juga yang berisi tentang jihad. Pertama
kita harus tahu dulu pengertian tentang jihad, jihad itu tidak sama dengan
teroris, karena pengertian jihad adalah berjuang untuk melakukan kebaikan.
Contoh: menuntut ilmu, berbakti kepada kedua orang tua, bahkan menyingkirkan
duri di jalanan bisa disebut jihad asalkan niatnya karena Allah. Jadi sangat
salah apabila Jihad itu diindentikan dengan perang dan kekerasan.
APAKAH DENGAN DIBLOKIRNYA
SITUS ISLAM AKAN MENJADI SOLUSI ATAU BUMERANG?
Bila
diperhatikan, tujuan BNPT dan Kemenkominfo memblokir situs tersebut untuk
mencegah dan menangkal tindak provokatif, radikal dan tindak terorisme yang
membuat NKRI ini terancam pecah.
Yah, saya
sepakat dengan tindakan tersebut. Akan tetapi, tindakan yang dilakukan oleh
BNPT dan Kemenkominfo ini tidak sesuai dengan prosedur hukum, Kenapa? jelas…
tindakannya seperti yang saya sebut, tergesah-gesah, gegabah dan tidak
melakukan mediasi terlebih dahulu kepada institusi yang terkait, terlebih
kepada pemilik Situs Islam. Bahkan didalam SOP nya untuk menutup atau memblokir
situs-situs apapun itu baik Islam maupun Non-Islam harus ada izin dari
Pengadilan, karena itu merupakan prosedur dari Mahkamah Konstitusi.
Kalau
dilakukan secara sepihak tanpa ada mediasi dan lain sebagainya, bukannya menjadi solusi, tetapi jusru akan menjadi bumerang bagi keutuhan NKRI itu
sendiri. Mengapa?.. 1) Orang-orang yang fobia dengan Islam semakin fobia dengan
Islam, 2) Merampas Hak seseorang atau media dalam menyampaikan berita
seluas-luasnya (bisa dilihat di Undang-undang), 3) Bisa memancing kemarahan
Umat Islam Indonesia bahkan Dunia dan pemerintah dicap sebagai anti Islam. Ini akan menjadi
sangat Ironi, dimana rakyatnya yang bermayoritaskan Islam tetapi pemerintahnya
malah anti terhadap Islam.
HIKMAH YANG BISA
DIAMBIL
Dari
peristiwa ini, ada sebuah pelajaran dan hikmah yang bisa diambil, apa itu?
->Budayakan
Tabbayun.
Ini sangat penting sekali untuk
dilakukan, karena budaya ini semakin hari semakin hilang dalam kehidupan
masyarakat, jadi wajar apabila ada pihak yang tersakiti. Oleh karena itu,
budaya tabbayun harus selalu dibudayakan. Karena, dengan melakukan tindakan ini tidak ada pihak
yang tersakiti atau terdzalimi.
->BNPT
dan Kemenkominfo harus melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur Hukum.
Tentu jelas, karena BNPT dan
Kemenkominfo tidak bisa main blokir dan segala macam tanpa ada SOP, Prosedur
dan Izin dari pengadilan serta tanpa mendiasi dari pihak kepolisian, Menteri Agama,
MUI atau ormas Islam lainnya, terutama kepada pemilik akun situs Islam.
->Media Islam yang diblokir, malah semakin banyak peminat baca.
Ini betul-betul Subhanallah sekali sekali, karena meski beberapa situs-situs Islam yang diblokir bukannya semakin takut dan cuek, jusru membuat orang-orang menjadi penasaran dan ingin membaca. Bahkan tiga situs Islam seperti Dakwatuna, Hidayatullah dan Eramuslim tambah melejit dibandingkan rata-rata data tiga bulan terakhir sebelum diblokir. Itu Artinya, dibalik makar dan pemblokiran tersimpan hikmah dan keberkahan. Allah SWT pun pasti akan menolong seorang hambanya apabila peduli dengan urusan umat.
->Media Islam yang diblokir, malah semakin banyak peminat baca.
Ini betul-betul Subhanallah sekali sekali, karena meski beberapa situs-situs Islam yang diblokir bukannya semakin takut dan cuek, jusru membuat orang-orang menjadi penasaran dan ingin membaca. Bahkan tiga situs Islam seperti Dakwatuna, Hidayatullah dan Eramuslim tambah melejit dibandingkan rata-rata data tiga bulan terakhir sebelum diblokir. Itu Artinya, dibalik makar dan pemblokiran tersimpan hikmah dan keberkahan. Allah SWT pun pasti akan menolong seorang hambanya apabila peduli dengan urusan umat.
->Pemahaman
Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan harus semakin diperkuat, terutama konsep jihad.
Memang ini sangat penting sekali yah,
karena kita orang Islam yang tinggal di Indonesia, artinya keduanya (wawasan
tentang Islam dan Indonesia) memang harus seimbang, tidak bisa hanya salah satu
saja dan jangan menganggap pancasila itu thagut atau ditafsirkan dalam bentuk
SPILIS (Sekuleris, Pluralis, Liberalis) karena para pendahulu tidak melakukan
seperti itu, bahkan yang diperjuangkan adalah Islam. Bahkan dalam pembukaan UUD
disebutkan “Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa…..”. Artinya jelas bahwa
pesan Islam disitu sangat kuat. Begitu juga dengan konsep Jihad, maknanya
sangat luas, tidak hanya perang, perang dan perang.
RENUNGAN DAN PENUTUP
Bila kita renungkan dari
permasalahan ini, sebenarnya ini merupakan miss komunikasi antara Ulama, Umara
dan Umat. Seharusnya ketiganya bisa duduk bareng untuk menyelesaikan permasalahan
ini. Karena, ini bukan permasalahan satu atau dua pihak, melainkan semua pihak
dan tidak bisa berjalan sendirian.
Atau bahkan, ini sebuah konspirasi
yang ingin mendiskreditkan Islam agar ajaran-ajaran Islam binasah dari NKRI ini
yang selama ini sudah melekat dan menjadi identitas serta jati diri warga Indonesia.
Tapi entahlah, apakah cuma miss komunikasikah itu?.... atau ataukah itu
merupakan konspirasi?....
Tapi yang
jelas, kita sebagai umat Islam harus semakin menguatkan dan memperkokoh barisan
kita dan senantiasa berdoa kepada Allah agar NKRI ini tetap bersatu dan
berdaulat serta kalimat Tauhid tetap berkumandang di negeri tercinta kita ini.
Wallahu A’lam Bish Shawwab.
Selasa, 03 Februari 2015
Resume terkait film "Dibalik 98"
"Dibalik 98...."
Film ini merupakan Film yang bagus dan patut kita tonton....
Karena selain dia menceritakan sisi tentang 98, tetapi ada nilai2 positif dan edukasi yang bisa kita ambil....
Meski cerita ini berbentuk fiksi, tetapi diambil dari kisah nyata....
Karena selain dia menceritakan sisi tentang 98, tetapi ada nilai2 positif dan edukasi yang bisa kita ambil....
Meski cerita ini berbentuk fiksi, tetapi diambil dari kisah nyata....
Berikut setelah ditonton film ini tadi siang, saya mencatat atau meresum Film ini. Diantaranya yaitu:
1. Film ini mengisahkan tentang Krisis moneter yang terjadi dinegeri Indonesia, dimana krisis tersebut telah membuat perekonomian Negara Indonesia semakin terpuruk, ditambah lagi stok minyak pada saat itu tidak dijatah oleh pemerintah, sehingga terjadi kelangkaan dan melambung tinggi.
2. Karena kebijakan Pemerintah yang semakin memperburuk nasib rakyat, akrirnya mahasiswa memutuskan untuk turun ke jalan untuk mendemo Pemerintahan.
3. Puncak seluruh Mahasiswa turun ke jalan dan kekacauan di Jakarta terjadi pada tanggal 12 Mei 1998. Dimana seluruh mahasiswa dari berbagai kampus yang dimotori oleh kampus Trisakti turun ke jalan menuju DPR-RI namun dihadang oleh Militer n Polri. Tuntutan mereka tak lain adalah "Turunkan Soeharto". Awalnya Aksi tersebut berjalan damai akan tetapi karena ada Profokator maka aksi tersebut berubah dan berakir rusuh bahkan berdarah yang menyebabkan tewasnya 4 orang Mahasiswa Trisakti yang tak lain adalah: Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie.
4. Keesokan harinya, penjarahan barang-barang pun sudah tak bisa terelakan lagi. Mulai dari perusakan kendaraan, pembakaran gedung-gedung dan lain-lain, bahkan sampai banyak sekekali orang-orang yang menjarah barang2 milik orang2 keturunan Tionghoa. Tidak sampai disitu, pembunuhan dan pemerkosaan pun terjadi dimana-mana bahkan sampai ada yang dikejar-kejar dan ada juga yang berhasil diselamatkan dan dievakuasi ketempat yang aman, saat itu tempat evakuasi yang aman cuma di Masjid.
5. Kondisi Ibu Kota menjadi semakin kacau, terlebih Presiden Soeharto sedang pergi ke Kairo, Mesir. Untuk menghadiri Kunjungan KTT Non-Blok saat itu. Karena kerusuhan semakin parah, akhirnya seluruh personil Militer pun diturunkan untuk mengamankan situasi Ibu Kota yang semakin parah dan karena itulah Presiden Soeharto hanya melakukan kunjungan ke Kairo, Mesir. Selama 6 jam demi mengembalikan kestabilan Ibu Kota.
6. Setelah kembalinya Presiden Soeharto dari Kairo, Mesir. Kondisi Ibu Kota pun berangsur membaik. Namun meski begitu, Seluruh mahasiswa masih tetap turun ke jalan dan berdemo dengan tuntutan yang sama yaitu, Turunkan Soeharto.
7. Setelah Pihak Mahasiswa dan Pihak DPR-RI melakukan audeinsi dan juga sangat pelik. Akhirnya orang2 DPR-RI memutuskan membolehkan seluru mahasiswa masuk ke gedung DPR-RI untuk menyampaikan semua aspirasi-aspirasinya.
8. Karena desakan dari Mahasiswa dan juga Rakyat, akhirnya pihak DPR tidak punya pilihan lagi selain Presiden Soeharto harus turun. Dan dengan kesukarelaanya dan keikhlasannya, Presiden Soeharto akhirnya berhenti menjadi Presiden dan menyerahkan mandat kepresidennya kepada Wakilnya yaitu B.J. Habibie.
9. Begitulah kisah dibalik 98, film ini memang berbentuk fiksi yang diambil dari Peristiwa 98 dan tidak mengangkat kasus-kasus HAM nya, tetapi memang diambil dari sisi 98 nya
10. Biasanya, dalam film apapun itu ada beberapa orang yang ditokohkan. Tetapi dalam film ini, hampir semua ditokohkan.
11. Saya berfikir bahwa, Reformasi yang digulirkan oleh seluruh Aktifis Mahasiswa tahun 98 bisa dikatakan "Gagal". Kenapa?.... karena setelah runtuhnya Orde Baru dan diganti dengan Reformasi, negeri kita banyak sekali yang melahirkan sosok politisi-politisi tetapi sedikit sekali yang melahirkan sosok negarawan. Bahkan, pemeran Film sendiri mengatakan demikian. Tetapi, bila kita punya semangat dan istiqamah dalam Reformasi untuk memperbaiki dari yang bawah. Contoh: dengan mengajar dan mendidik anak2 TK, SD, SMP & SMA bahkan anak2 jalanan. Maka akan mempengaruhi reformasi sampai ke atas. Disinilah penanaman nilai-nilai etika, moral dan adab harus ditanamkan sejak dini pada anak-akan kita atau pada murid-murid kita, tentunya diawali dari diri.
12. Bila kita kaitkan dengan kondisi saat ini. Sejak Reformasi ini berdiri, kerusakan moral, kerusakan adab dalam diri seseorang semakin hari semakin parah, bahkan bisa dikatakan "Lost Adab". Karena kerusakannya dari tingkat atas para pemimpin n pejabat, rakyat menengah sampai paling bawah sudah menyebar bahkan kepada pedagang n tukang parkir, apabila ini dibiarkan berlarut maka akan sangat mengerikan sekali. Artinya ini adalah tugas kita semua untuk memperbaiki kondisi masyarakat, dengan cara memperbaiki sistem pendidikannya. Karena bila pendidikan baik maka baik pula negaranya dan bila pendidikan rusak maka rusak pula negaranya.
Selasa, 06 Januari 2015
SEJAUH MANAKAH KITA MENGENAL & MEMPELAJARI SEJARAH ISLAM SENDIRI??.....
Islam memiliki sejarah yang sangat gemilang sekali, tercatat
dari jaman awal Nabi Adam AS dan para nabi dan para rasul lainnya hingga pada
Nabi dan Rasul Terakhir, Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Dan setelah itu kejayaan
Islam semakin bersinar dan tercatat pada Tinta emas setelah Rasulullah SAW,
yakni ditangan Para Shahabatnya para tabi’in, tabi tabi’in dan orang-orang
setelahnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Umar Bin Khattab RA, Usman Bin Affan RA,
Ali Bin Abi Thalib RA, Khalid Bin Walid RA (sang Penglima Perang yg jenius), Amr
Bin Ash RA (Diplomat n Pembebas Mesir), Umar Bin Abdul Aziz Rahimakhulullah,
Harun Ar-Rasyid, Imam Ghazali, Ibnu Taimiyah, Imam Bukhari dan Imam Muslim, Nurdin
Zanki & Sholahuddin Al-Ayyubi (pembebas Yerusalem), Muhammad Al-Fath (Pembebas
Konstantinopel) dan masih banyak lagi sosok yang tidak dicantumkan disini, baik
Ulama, Ilmuan maupun para penakluk Islam lainnya.
Namun sangat
disayangkan sekali, karena banyak sekali umat Islam yang sedikit mengambil
pelajaran darinya dan tidak sedikit melupakan sejarah-sejarah tokoh-tokoh Islam
lainnya, Bahkan dewasa ini orang-orang sudah sangat jarang menelahan dan
mencintai sejarah Islam Sendiri dan tidak ada kebanggaan. Sedangkan orang-orang
barat dan golongan orientalis sedang betul-betul mendalami tentang Islam dalam
berbagai hal termasuk pada sejarahnya bahkan tak tanggung-tanggung dibuat
filmnya dengan tujuan merusak dan mengkaburkan dari yang sebenarnya.
BELAJAR DARI KILAS
BALIK PERISTIWA
Beberapa Tahun silam Umat Islam digegarkan dengan Film yang menceritakan
tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW, yang isinya benar-benar penghinaan
terhadap beliau. Dan akibat pembuatan film tersebut seluruh Umat Islam yang ada
diseluruh penjuru Dunia menjadi sangat marah besar tak terkecuali dinegara kita
tercinta, Indoensia yang mayoritas Muslim terbesar di Dunia dan demo
dimana-mana sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.
Bahkan sampai ada gerakan pemboikotan
terhadap produk-produk Negara yang memproduksinya dan juga yang lebih parahnya
lagi di Libiya, akibat film tersebut terjadi kasus pembunuhan terhadap Dubes
Amerika Serikat di Negara tersebut. Meski Film tersebut sudah hentikan baik di
dunia nyata maupun dunia maya, kemarahan umat islam tetap tidak terbendung
bahkan para Ulama di UEA bersatu membuat
film tandingannya. Akan tetapi sejak peristiwa itu Umat Islam langsung
melupakannya dan tidak belajar dari peristiwa itu.
Tahun pun berlalu, sampai pada
akhirnya sampai pada tahun 2014, disini Umat Islam lagi-lagi dikejutkan dengan
film, sebut saja “Jodha Akbar”. Dimana film tersebut menceritakan tentang
kesultanan Mughal di India dan seorang Sultan Mughal yang sangat mencintai
isterinya dan membuat Taj Mahal. Akan tetapi film tersebut bukannya mendukung
dan sesuai dengan sejarah Islam malah isinya jauh dari sejarah Islam yang
sebenarnya. Memang sempat ada tindakan protes dari Umat Islam Indonesia dan
film tersebut harus diboikot dan langsung menuliskan sejarah yang sesungghnya,
akan tetapi semakin kesini semakin tidak dihiraukan dan mengganggapnya biasa
aja.
Beberapa bulan kemudian (penghujung Tauhun 2014), Umat Islam kembali
digegerkan dengan Film “King Sulaiman”, film tersebut buatan Turki (sekarang
menjadi Abad Kejayaan) yang filmnya sangat jauh dari sejarah Islam yang
sebenarnya karena selain adegan yang sangat Fulgar, punya isteri banyak,
bersikap sangat keras dan lain sebagainya yang jelek-jelek ditampilkan difilm
tersebut. Dinegara Turki sendiri memang sudah dihentikan filmnya karena memang
merusak citra Islam, dan Indonesia seluruh Umat Islam rame-rame teriak BOIKOT
Film King Sulaiman, bukan Cuma di dunia nyata tetapi juga di dunia maya bahkan
sampai-sampai media-media sosial angkat bicara terkait film tersebut bahkan orang-orang
rame-rame mengirimkan SMS ke KPI untuk diboikot film tersebut sebagai bukti
protes dan sampai-sampai selain memanggil Pihak Stadion tersebut (saya tak akan
sebut namanya) dan KPI juga menelibatkan
para Ulama juga dari MUI. Akan tetapi, lagi-lagi Umat Islam tidak ada langkah
konktit, tidak belajar dari peristiwa sebelumnya dan tindakannya hanya sebatas
protes semata, bahkan film tersebut masih tetap tayang dan dianggap biasa aja.
Lalu ada juga Film Noa, film yang
menceritakan tentang Nabi Nuh AS dan Film Exodus, film yang menceritakan
tentang sosok Nabi Musa AS (termasuk di Indonesia sendiri diputar). Yang film tersebut buatan orang-orang barat dan Israel.
Namun, lagi-lagi film tersebut melenceng dari sejarah yang sesungguhnya dan
dari Islam sendiri bahkan menjadi alat propaganda mereka. Tetapi lagi-lagi Umat
Islam cuek terhadap sejarahnya dan mengganggap film tersebut sebagai film
fiksi, padahal cerita film tersebut dari sejarah Islam sendiri.
KALAU SUDAH SEPERTI
INI, SALAH SIAPA?
Sekarang
nasi sudah berubah menjadi bubur, film tersebut terlanjur tayang dilayar kaca
bahkan hingga sekarang ini, masih mending jadi bubur ayam karena setelah
peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi kedepan & mencari solusi, tetapi
ini udah jadi bubur malah mencari-cari kesalahkan atau mencari kambing hitam
dari peristiwa tersebut. Bahkan sampai mengutuk yang membuat film tersebut dan
juga mengutuk media dan orang-orang barat termasuk orientalis dan musuh-musuh
Islam.
Namun,
pernahkan kita berfikir kalau peristiwa itu terjadi karena kita sendiri?....
pernahkan kita berfikir kalau tintakan tersebut harus ada solusi?..... dan
pernahkan kita berfikir mereka membuat film tersebut untuk melencengkan sejarah
yang sesungguhnya karena kita sendiri cuek dan tidak bangga dengan sejarah
islam sendiri?.....
Jika kita
mencari-cari kesalahan, sebenarnya kesalahan itu tak jauh-jauh dari kita, yaitu
“kita sendiri”. Ya, kita sendiri sebagai Umat Islam-lah yang salah. Loh, kenapa kita
sendiri?.... kita lihat saja, ketika Orang-orang barat (Oriantalis dan
musuh-musuh Islam) terus mempelajari dan menelaah sejarah Islam, kita malah
cuek seakan-akan tidak peduli, ketika orang-orang luar sangat bangga dengan
Sejarah Islam dari segala aspek baik Iptek, tradisi, peradaban, Ilmu
Pengetahuan dan lain sebagainya, kita sebagai Umat Islam malah tidak bangga
dengan sejarah Islam sendiri malah terbalik, lebih membangga-banggakan yang
diluar Islam contoh terlalu membangga-banggakan tokoh-tokoh barat dan sejarah
serta kebudayaanya.
Dan yang
paling menyedihkan adalah, hilangnya tradisi membaca buku, termasuk buku-buku
ilmu pengetahuan dan sejarah dan tidak menelaahnya atau Umat Islam tidak
membuat cerita dengan cara difilmkan. Jangankan menelaah membaca saja males
apalagi yang satu ini, difilmkan. Inilah salah satu kelemahan terbesar seluruh
Umat Islam dewasa ini, sudah kehilangan tradisi membaca buku apalagi buku-buku
sejarah. Padahal membaca buku sebagai membuka jendela dunia apalagi buku
sejarah, dan sejarah bukan sekedar membahas tentang peritiwa yang terjadi
seperti tanggal, bulan dan tahun tetapi mengandung sarat dan hikmah yang bisa
dipelajari dan dikaji serta ditelaah serta mengaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari. Sedangkan orang-orang barat terus mati-matian membaca dan menggali
serta menelaah sejarah Islam tanpa kita sadari.
Itulah yang
sekarang sedang terjadi dalam kehidupan Umat Islam sampai sekarang ini.
Termasuk dalam media pembuatan film sendiri kita masih kalah jauh dari
mereka-mereka. Kenapa tidak menyalahkan
Media dan orang-orang Barat (Orientalis dan musuh-musuh Islam)?.... oke, saya
jelaskan kenapa tidak menyalahkan media dan orang-orang barat. 1) Media, kalau
media memang kerjaanya adalah mencari ranting, siapa yang jumlah yang menonton
acara tersebut maka tayangan tersebut akan terus tayang apabila rantingnya
sedikit akan dihentikan penayangannya. Artinya, media hanya mencari Untung
Ekonomi. 2) Orang-orang Barat (Orientalis n musuh-musuh Islam), mereka
(musuh-musuh Islam) memang tak usah ditanya, karena memang tujuan mereka selama
ini jelas. Akan selalu menyerang Umat Islam dari segala penjuru, apalagi para
orientalis yang bukan orang islam tetapi terus mempelajari Islam dengan tujuan
untuk mencari titik kelemahan dan menghantam Umat Islam.
TINDAKAN DAN SOLUSI
YANG HARUS DILAKUKAN
Kalau kita hanya bisa teriak Boikot, Boikot dan Boikot tetapi tidak ada
lanjutan setelah itu, rasanya percuma sekali. Kenapa?.... karena kalau kita
hanya melakukan dengan cara yang sama dan hanya bisa mencari permasalahan tanpa
ada solusi yang jelas n konkrit maka sama saja dengan bohong.
Jadi,
apabilah kita memang sungguh-sungguh dan serius dalam membela ajaran islam dari
penyimpangan-penyimpangan tentunya menjaga sejarah Islam tetap murni. Maka
solusinya selain tindakan pemboikotan, yaitu:
1. Membuat Film Tandingan
Membuat film yang sama tetapi merujuk
pada sejarah yang aslinya dan juga melibatkan para tokoh ulama dan pakar ahli
sejarah yang menguasai pada bidang itu, kita patut berbangga karena kita
memiliki film sejarah Islam yang mendukung seperti The Message, Fetih, Omar, Riwayat
kehidupan Imam Bukhari dan film-film islam lainnya yang mendukung.
Akan tetapi, itu masih belum bagus dalam
segi grafik gambarnya dan masih terlihat jadul. Bahkan info yang saya dapati
terkain film The Message dan Omar, pemeran utamanya bukan seorang muslim tetapi
seorang non-muslim, ini sanga tidak etis ketika film islam tetapi pemeran
utamanya adalah seorang non-muslim. Entah itu benar atau tidak ini pun harus
menjadi evaluasi bersama kita.
Adapun film Fetih, grafik gambarnya
bagus dan lebih modern dan mutakhir tidak jadul-jadul amat, tetapi ceritanya
dalam kepribadian sultan jauh dari sejarah yang sebenarnya. Bahkan ada adegan
yang tidak senonoh ditampilkan dalam film tersebut.
Artinya, kita umat Islam masih kalah
jauh dalam perfilman berbentuk sejarah dan kalah saing dengan media-media
barat. Namun, tidak menutup kemungkinan kita tetap terus bangkit dalam berperan
di media. Artinya selain umat Islam terjun ke dalam media tetapi juga harus
mengkemas film-film sejarah Islam lebih modern dan menarik perhatian baik dari
kalangan Muslim maupun non-Muslim. Memang tidak semudah seperti membalikan
tangan apalagi dalam pekerjaan tersebut, tetapi memang perjuangan membutuhkan
proses yang panjang dan semoga tetap istiqamah dalam pekerjaanya.
2. Umat Islam Harus menghidupkan kembali membaca buku termasuk tentang
Sejarah Islam
Salah satu kelemahan Umat Islam Saat
ini adalah sebagaimana yang saya terangkan diatas, lemahnya dalam semangat
membaca buku apalagi yang berkaitan dengan Sejarah Islam sendiri, padahal umat
Islam bisa berkembang pesat diawali dengan membaca buku, setelah selesai baru
lahirnya semangat untuk menulis apa yang telah kita baca dan disinilah lahir
pula forum diskusi.
Yang tradisi seperti ini semakin
kesini semakin hilang dalam tradisi kelilmuan umat islam, jangankan untuk
menulis dan diskusi membaca buku saja sudah malas bahkan orang-orang sekrang
males baca buku sejarah yang tebal-tebal dan hanya dari ingin infonya saja, sehingga
jangan heran banyak sekali umat Islam yang lemah dalam masalah kelimuan bahkan
menjadi ragu apabila seseorang menyampaikan berdasarkan kebenaran. Padahal
orang-orang barat malah sedang serius mempelajari dan mengkaji terkait dengan
Sejarah dan Peradaban Islam segala macam melalui Buku-buku karya Umat Islam
sendiri dan bahkan berkembang pesat hingga saat ini. Sedangkan kita malah
sebaliknya, mengagung-agungkan dari barat dan tidak mempelajari sejarah Islam
sendiri.
Artinya Umat Islam memang “Wajib”
belajar mengenai tentang Ilmu Sejarah, mengapa? Sebab sayang banget apabila
kita tidak mempelajari, banyak sekali sejarah-sejarah Islam kita yang memiliki
catatan-catatan emas baik dari Para Nabi & Rasul, Para Sahabat Nabi, Generasi
sesudahnya (Tabi’in & Tabi Tabi’in), para Ilmuan-ilmuan dan Ulama-ulama
terdahulu, dan semuanya bisa menjadi pelajaran untuk apa yang bisa kita lakukan
kedepan apalagi Firman Allah (Al-Quran) sendiri sebagian besar menjelaskan
tentang sejarah.
RENUNGAN
Sejarah Islam kita ini banyak sekali yang bisa diangkat ke permukaan baik
dalam kajian Maupun media, apalagi bila diceritakan dengan difilmkan pasti
menjadi sangat menarik. Apalagi dari Jaman para Nabi n Rasul, Para Shahabat Nabi, Kerajaan-kerajaan Islam yang
mencapai kejayaanya (Umawiyah, Abassiyah, Ayyubiyah, Mamluk, Mughal di India,
terakhir Usmani di Turki), bahakn para Ilmuan muslim dan Ulama.
Akan tetapi karena teknologi kita terbatas. “mungkin”, dan karena tidak
ada yang mengisi dibidang tersebut, kita masih kalah jauh dengan orang-orang
barat sana. Terlebih kondisi Umat Islam ini dalam tradisi membaca buku semakin
kesini semakin berkurang dan terhenti pada tataran diskusi dan didunia maya. Apalagi
yang berbasis sejarah, jadi dalam mengedukasi dan mengaplikasi dalam kehidupan
sehari-hari menjadi kacau.
Ini
merupakan PR dan tugas kita semua, bisa dikatakan ini cukup berat atau bahkan
sangat berat, karena dengan melihat realitas saat ini, yaitu dimana banyak
sekali orang yang ber-KTP Islam, namun sangat alergi bahkan fobia dengan Islam
sendiri. Ini sungguh sebuah Ironi bahkan mereka lebih bangga dengan Identitas
yang bukan Islam seperti budaya hedonisme. Apalagi dalam mempelajari ajaran
Islam sendiri begitu juga dengan sejarah-sejarah Islam.
Artinya kita
harus bangga dengan Agama kita yaitu Islam dan juga bangga dengan
sejarah-sejarah Islam yang kita miliki saat ini dengan cara mempelajari dan
menelaah Islam dan sejarah-sejarah dan peradaban Islam dan menghidupkan kembali
tradisi membaca buku. Karena dengan menghidupkan kembali tradisi yang satu ini,
akan melahirkan tulisan dan dengan melahirkan karya-karya tulisan maka akan
membentuk sebuah forum diskusi dan langkah gerakan nyata dan konkrit.
Kalau tidak
ada langkah konkrit dengan membuat film tandingan atau film-film sejarah Islam
sendiri, tidak menghidupkan kembali tradisi membaca buku, dan berhenti
ditatanan diskusi dan didunia maya, maka pergerakan Umat Islam semakin menjadi
stagnan.
Jadi jangan
heran dan jangan marah, apabila suatu saat orang-orang barat (orientalis &
musuh-musuh Islam) membuat Film-film sejarah yang berkaitan dengan Islam atau
semisal dengan itu dengan tujuan merusak dan menyimpang dari sejarah yang
sebenarnya karena kita sendiri tidak pernah mengkaji, mempelajari dan menelaah
sejarah Islam, tidak menghidupkan budaya membaca, dan membuat film tandingan
terkait itu.
Karena kalau
mereka membuat film yang menyimpang dan kita Umat Islam teriak-teriak Boikot,
tetapi kita sendiri malah cuek dengan ini berarti sama saja dengan bohong bin
bodoh bin goblok bin bapak moyangnya.
PENUTUP
Seprtinya saya sudah tidak perlu membahas panjang lebar lagi dalam
tulisan ini. Intinya kita sebagai Umat Islam Harus Bersatu padu dalam menjaga
Aqidah Umat serta meluruskan sejarah yang menyimpang dengan cara langsung
melakukan tindakan nyata dan kokrit. Apalagi membicarakan sejarah itu sangat
sensitif sekali. Karena mempengaruhi kehidupan dan tindakan sesudanya.
Semoga kita
sebagai Umat Islam terus semangat mendalami Islam, bangga dengan sejarah Islam
dengan cara mempelajari, menelaah, mengambil sarat hikmah serta dapat
dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari, membuat film yang bertema sejarah
Islam yang sudah ada sebagai bukti bentuk kecintaan kita terhadap Agama Islam.
Langganan:
Postingan (Atom)